2 Masalah Kesehatan Akibat Begadang yang Wajib Diketahui
BeritaNasional.com - Setelah aktivitas yang panjang dan padat seharian, malam hari merupakan waktu untuk bersantai, mengobrol, menonton acara, dan memantau layar ponsel yang harus tertunda selama beraktivitas. Namun, tanpa disadari, menggunakan ponsel untuk melihat perkembangan media sosial (medsos) atau menonton episode drama justru dapat meningkatkan keinginan untuk begadang yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Melansir dari Hindustan Times, Senin (19/1/2026), begadang atau mengurangi waktu tidur tidak hanya membuat pusing di pagi hari tetapi juga memengaruhi organ-organ utama, seperti otak dan jantung. Berikut adalah dampak kesehatan dari begadang, antara lain:
- Peningkatan Penurunan Kognitif
Direktur dan HOD Neurologi di Rumah Sakit Sarvodaya dr. Ritu Jha mengungkapkan bahwa kurang tidur menyebabkan penurunan kognitif dini. Ketika kurang tidur atau tidur terfragmentasi, otak tidak dapat menyelesaikan tugas pembuangan limbahnya, yang dapat berkontribusi pada masalah memori di masa mendatang.
Daya ingat akan menurun jika Anda kurang tidur. Kemampuan memproses dan menyimpan informasi pun menurun. Kekhawatiran akan penurunan kognitif tidak terbatas pada lansia. Kurang tidur dapat memicu masalah kognitif jauh lebih awal.
- Tekanan Pada jantung
Ketika kurang tidur, tubuh akan kewalahan dan memberi tekanan pada jantung. Direktur kardiologi intervensi di Rumah Sakit Super Spesialis Nanavati Max, Mumbai, Dr. Praveen Kulkarni menjelaskan bahwa tidur yang berkualitas berperan penting dalam menjaga keseimbangan kardiometabolik. Tanpa tidur, hubungan yang harmonis antara jantung, hormon, dan metabolisme menjadi kacau.
"Kurang tidur kronis menyebabkan peningkatan ghrelin (hormon lapar) dan penurunan leptin (hormon kenyang), yang pada akhirnya berkontribusi pada penambahan berat badan/BMI tinggi dan hipertensi. Hormon stres 'kortisol' meningkat pada individu yang kurang tidur, menyebabkan peradangan kronis, peningkatan glukosa darah, dan meningkatkan risiko penumpukan plak dan hipertensi," ujarnya.
Pada akhirnya, penumpukan plak tersebut dapat menyebabkan serangan jantung.
Kemudian, stres yang berkelanjutan dalam jangka waktu lama juga membuat jantung bekerja jauh lebih keras dari yang seharusnya. Kurang tidur membuat tubuh berada dalam mode stres dan mengganggu keseimbangan hormon, kata ahli jantung,
Oleh karena itu, Dr. Kulkarni pun menyarankan untuk tidur setidaknya 7 hingga 8 jam agar pemulihan dan istirahat berjalan baik. Sebagaimana petikan lagu Bang Haji Rhoma Irama "Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya", karena begadang memang menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan. 
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







