Tanpa Modifikasi Cuaca, BPBD Prediksi Banjir Jakarta Bisa Lebih Luas

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 19 Januari 2026 | 07:11 WIB
BPBD DKI bersama BMKG dan TNI AU jalankan operasi modifikasi cuaca. (Foto/doc. BPBD DKI)
BPBD DKI bersama BMKG dan TNI AU jalankan operasi modifikasi cuaca. (Foto/doc. BPBD DKI)

BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang telah memasuki hari ketiga mitigasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji menegaskan pelaksanaan OMC berperan penting dalam menekan dampak curah hujan yang mengurai dampak luasan banjir di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Jika BPBD tidak melakukan operasi modifikasi cuaca dalam beberapa hari terakhir. Bisa jadi wilayah genangan hari ini jauh lebih banyak RT yang terdampak,” kata Isnawa dalam keteranganya yang dikutip pada Senin (19/1/2026).

Sebab, lanjut Isnawa, pengaruh dari pelaksanaan OMC bisa dilihat pada Jumat dan Sabtu tidak terpantau adanya banjir meski wilayah Jakarta dilanda hujan.

“Namun, pada hari ketiga (Minggu 18/1/2026 kemarin), durasi hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan genangan di beberapa titik tidak dapat sepenuhnya dihindari,” jelasnya.

Berikut data pelaksana OMC dengan kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia telah dijalankan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sorti ke-1 difokuskan pada wilayah Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon dengan tujuan utama meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.

Pada sorti ini digunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram dengan ketinggian terbang 11.000 kaki dan awan target jenis Cumulus.

Hasil pengamatan menunjukkan awan memiliki base sekitar 3.000 kaki dan top hingga 15.000 kaki dengan arah angin di ketinggian 11.000 kaki berasal dari barat.

Sorti ke-2 dilaksanakan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta dan sekitarnya.

Sebanyak 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) digunakan pada ketinggian sekitar 6.000 kaki, dengan awan target Cumulus Humilis yang memiliki base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki. Arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan terpantau bergerak ke arah barat.

Sorti ke-3, penyemaian difokuskan pada wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan.

Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–6.000 kaki menggunakan 800 kilogram CaO dengan awan target Cumulus Humilis–Mediocris yang memiliki base 1.500–4.000 kaki dan top sekitar 6.000 kaki. Saat penyemaian berlangsung, arah angin terpantau berasal dari barat laut.

Atas pelaksanaan ini, Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyampaikan potensi hujan lebat umumnya terjadi pada periode siang hingga sore hari.

“Potensi hujan lebat hanya ada di periode siang-sore hari. Semoga dapat diantisipasi secara optimal oleh rekan-rekan kru CASA dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca hari ini,’’ ujarnya.

Budi menjelaskan, pihaknya bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama pelaksanaan OMC untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer terkini.

‘’BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang serta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air,” terangnya.

Sementara itu, dari data BPBD DKI Jakarta untuk sebaran banjir terdapat 48 RT dan 29 ruas jalan terendam banjir pada pukul 14.00 WIB pada Minggu (18/1/2026).

Namun, jumlah itu segera berkurang memasuki Senin (19/1/2026) pagi ini hanya tersisa 1 ruas jalan di Kampung Sepatan, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, yang masih terendam banjir setinggi 20 cm.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: