Senegal Juara Piala Afrika 2025, Gol Pape Gueye Bungkam Tuan Rumah Maroko
BeritaNasional.com - Tim nasional Senegal resmi menobatkan diri sebagai raja sepak bola Afrika untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung lawan, skuad berjuluk Singa Teranga ini sukses menumbangkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0 lewat drama perpanjangan waktu, Senin (WIB).
Gol tunggal kemenangan Senegal dicetak oleh Pape Gueye pada menit ke-93. Hasil ini sekaligus memastikan trofi Piala Afrika (AFCON) 2025 kembali ke Dakar, mengulangi kejayaan mereka pada edisi 2021 lalu.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, ini berjalan sangat sengit sejak awal.
Kedua tim tampil hati-hati namun penuh intensitas tinggi. Maroko, yang memburu gelar kontinental pertama mereka dalam 50 tahun terakhir, sebenarnya memiliki peluang emas untuk mengunci kemenangan di akhir babak kedua.
Drama terjadi pada menit-menit akhir waktu normal ketika wasit menunjuk titik putih untuk Maroko setelah peninjauan VAR.
Namun, pendukung tuan rumah harus tertunduk lesu setelah eksekusi penalti Brahim Diaz berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Senegal, Edouard Mendy. Kegagalan tersebut memaksa laga berlanjut ke babak extra time.
Hanya tiga menit memasuki babak perpanjangan waktu, Senegal memberikan kejutan yang membungkam seisi stadion. Berawal dari kesalahan pemain Maroko di lini tengah, Sadio Mane menunjukkan kelasnya dengan memberikan umpan tumit (backheel) cerdik kepada Idrissa Gana Gueye.
Bola kemudian diteruskan kepada Pape Gueye. Dengan kekuatan dan ketenangan, gelandang tersebut menggiring bola ke tepi kotak penalti sebelum melepaskan sepakan keras kaki kiri yang menghujam sudut gawang Yassine Bounou. Skor 1-0 untuk Senegal.
Tertinggal satu gol, Maroko tampil menyerang habis-habisan. Brahim Diaz hampir saja menebus kesalahannya lewat tembakan jarak dekat, namun lagi-lagi Edouard Mendy tampil bak pahlawan dengan penyelamatan refleksnya.
Tak lama berselang, sundulan melompat dari Youssef En-Nesyri juga hanya melenceng tipis dari gawang.
Kiper Maroko, Yassine Bounou, sebenarnya tampil tidak kalah luar biasa. Ia berkali-kali mematahkan peluang Senegal, termasuk peluang satu lawan satu dari Iliman Ndiaye dan ancaman Ibrahim Mbaye. Namun, satu kelengahan di babak tambahan harus dibayar mahal oleh tim asuhan Walid Regragui.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Senegal berhasil mempertahankan keunggulan dengan pertahanan yang disiplin dan matang.
Kemenangan ini menegaskan era keemasan Senegal di puncak sepak bola benua hitam, sementara Maroko harus kembali menunda mimpi mereka untuk mengangkat trofi di rumah sendiri.
Jalannya Pertandingan Lengkap
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Senegal tampil agresif sejak awal melalui sundulan Pape Gueye dan pergerakan Sadio Mane. Namun, Maroko perlahan mengambil kendali melalui penguasaan bola yang tenang.
Penggawa Timnas Senegal Iliman Ndiaye hampir mencetak gol melalui tembakan rendah, namun digagalkan oleh penyelamatan luar biasa Yassine Bounou.
Lalu, laga berjalan sangat fisik ditandai dengan kartu kuning awal untuk Lamine Camara dan beberapa pemain yang membutuhkan perawatan medis. Skor kacamata (0-0) bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Maroko meningkatkan tekanan, terutama melalui sisi sayap yang dikomandoi Achraf Hakimi.
Pengujung waktu normal, drama terjadi saat VAR memberikan penalti untuk Maroko. Namun, Edouard Mendy muncul sebagai pahlawan dengan menggagalkan eksekusi penalti Brahim Diaz.
Meski ada tambahan waktu 8 menit dan serangan bertubi-tubi dari tuan rumah, termasuk peluang Abde Ezzalzouli, pertahanan Senegal tetap kokoh hingga peluit panjang ditiup, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Hanya tiga menit setelah babak tambahan dimulai, kebuntuan akhirnya pecah. Pape Gueye melakukan aksi individu gemilang dan melepaskan tembakan keras ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau Bono. Senegal unggul 1-0.
Lalu, Maroko nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Nayef Aguerd yang membentur mistar gawang. Upaya tanpa henti dari En-Nesyri dan pemain lainnya terus digagalkan oleh ketangguhan Mendy di bawah mistar.
Di menit-menit terakhir, Maroko mengerahkan seluruh pemainnya untuk menyerang. Namun, kedisiplinan bek Senegal dan ketenangan Edouard Mendy dalam menangkap umpan-umpan silang memastikan keunggulan tetap terjaga.
Skor 1-0 bertahan hingga akhir, dan Senegal resmi merayakan gelar juara di Rabat.
Susunan Pemain
Senegal: Edouard Mendy (GK), Sadio Mane, Pape Gueye, Idrissa Gana Gueye, Iliman Ndiaye.
Maroko: Yassine Bounou (GK), Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, Brahim Diaz, Youssef En-Nesyri.

PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 18 jam yang lalu







