Ngadu ke KBRI, 375 WNI Korban Sindikat Online Scam Kamboja Minta Dideportasi
BeritaNasional.com - Di tengah maraknya kisah WNI yang jadi korban sindikat penipuan daring (online scam) Kamboja, faktanya masih banyak juga yang tergiur dengan tawaran kerja di Kamboja. Kedutaan Besar RI di Phnom Penh sendiri sudah menerima laporan dan pengajuan fasilitas deportasi dari 375 WNI korban sindikat online scam selama Januari 2026, seiring dengan pemberantasan sindikat yang digencarkan Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet.
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto menyampaikan, ratusan WNI sudah melapor diri ke KBRI Phnom Penh dan mengajukan fasilitas deportasi setelah keluar dari sindikat online scam tempat mereka bekerja. Semakin intensifnya pemberantasan sindikat online scam yang diinstruksikan Hun Manet, para sindikat pun akhirnya melepas pekerjanya begitu saja.
“Selama dua hari terakhir, sudah terdapat 308 WNI yang melapor secara ‘walk-in’ ke KBRI setelah dikeluarkan dari sindikat penipuan daring,” kata Dubes Santo dalam pernyataan yang dilansir melalui akun Instagram KBRI Phnom Penh, Senin (19/1/2026).
KBRI Phnom Penh mencatat, pada periode 1-17 Januari 2026, sudah ada 375 WNI melapor ke KBRI Phnom Penh setelah keluar dari sindikat penipuan daring, dengan 243 WNI di antaranya datang hanya dalam kurun waktu dua hari yakni, pada 16-17 Januari. Lalu, pada 18 Januari, ada tambahan 65 WNI yang melapor.
Ia pun memprediksi bahwa masih akan ada banyak lagi WNI yang akan melapor ke KBRI seiring dengan kebijakan dari pemerintahan Kamboja.
“Masih banyak lagi WNI yang akan mengalir dari daerah ke Phnom Penh,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Atau ini menjelaskan, para WNI ini pada umumnya dalam kondisi aman dan sehat, tetapi mereka memiliki permasalahan kelengkapan dokumen yang bervariasi. Bahkan, ada pula yang baru datang ke Kamboja pada Januari 2026 ini.
“Ada yang pegang paspor, dan ada yang paspornya disita sindikat. Ada yang statusnya ‘overstay’, dan ada yang masih punya izin tinggal yang valid di Kamboja,” terangnya.
Kemudian, kata dia, ada juga WNI yang masih ingin mencari pekerjaan lain di Kamboja, meskipun sebagian lainnya ingin segera pulang ke Indonesia.
Dubes Santo pun memastikan bahwa KBRI Phnom Penh akan menangani ratusan WNI tersebut sesuai dengan prosedur standar yang telah diterapkan kepada ribuan WNI senasib yang sebelumnya ditangani.
KBRI Phnom Penh juga akan meningkatkan koordinasi dengan otoritas setempat serta pihak-pihak lain di Kamboja, begitu pula dengan pihak berwenang di Tanah Air, untuk mempercepat proses deportasi para WNI bermasalah meskipun para WNI juga diimbau untuk kembali ke Indonesia secara mandiri.
Selain itu, Dubes Santo pun mengingatkan supaya para WNI tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji besar dengan minim pengalaman.
"Jangan terlibat dalam kegiatan ilegal di negara asing, seperti sindikat penipuan daring," pesan Dubes Santo.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







