Peran Sadio Mane di Balik Batalnya Walk Out Senegal saat Final Piala Afrika 2025
BeritaNasional.com - Senegal memastikan gelar juara Piala Afrika untuk kedua kalinya setelah menaklukkan Maroko dalam laga final yang berlangsung penuh drama. Kemenangan The Lions diraih melalui gol di babak perpanjangan waktu, usai pertandingan sempat diwarnai insiden penolakan bermain dari kubu Senegal.
Final yang digelar tanpa gol hingga waktu normal berakhir berubah panas pada menit ke-98. Wasit Jean Jacques Ndala memberikan penalti kepada tuan rumah Maroko setelah meninjau tayangan VAR atas pelanggaran bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, terhadap Brahim Diaz. Keputusan tersebut memicu protes keras dari Senegal.
Pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, yang masih kecewa karena gol timnya dianulir beberapa saat sebelumnya, bahkan mengajak para pemain meninggalkan lapangan. Situasi menjadi semakin tegang di tengah sorotan publik stadion.
Di tengah kekacauan tersebut, Sadio Mane memilih tetap berada di lapangan dan berupaya menenangkan serta membujuk rekan-rekannya agar kembali melanjutkan pertandingan. Setelah penundaan sekitar 17 menit, para pemain akhirnya kembali ke lapangan dan laga dilanjutkan.
Brahim Diaz, penyerang Real Madrid yang juga menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi lima gol, dipercaya sebagai eksekutor penalti. Namun, tendangan Panenka yang dilepaskannya terlalu lemah dan berhasil diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy, tanpa kesulitan berarti. Tak lama berselang, wasit meniup peluit tanda berakhirnya waktu normal.
Memasuki babak perpanjangan waktu, Senegal tampil lebih efektif. Gelandang Villarreal, Pape Gueye, menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol pada menit keempat extra time. Gol tersebut memastikan kemenangan Senegal dan mengukuhkan gelar Piala Afrika kedua mereka dalam kurun lima tahun terakhir.
Sadio Mane menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai sepak bola di tengah situasi sulit.
“Sepak bola adalah sesuatu yang istimewa. Dunia sedang menonton dan mencintai sepak bola, jadi kita harus memberikan citra yang baik,” ujar Mane dilansir dari BBC, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan bilamana akan gila jika pertandingan ini tidak dimainkan hanya karena penalti. Itu akan menjadi hal terburuk, terutama bagi sepak bola Afrika.
"Saya lebih memilih kalah daripada melihat hal seperti itu terjadi," beber Mane.
“Memang sangat buruk pertandingan harus terhenti, bahkan selama sepuluh menit pun seharusnya tidak. Tapi kita harus menerima apa yang terjadi. Hal baiknya, kami kembali ke lapangan, pertandingan dilanjutkan, dan hasilnya sudah ditentukan,” tutup Mane.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 8 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







