Thomas Frank Tertekan, Tottenham Diingatkan Belajar dari Kesabaran Arsenal

Oleh: Imantoko Kurniadi
Rabu, 21 Januari 2026 | 00:49 WIB
Thomas Frank pelatih Tottenham Hotspur. (Foto/doc. spurs)
Thomas Frank pelatih Tottenham Hotspur. (Foto/doc. spurs)

BeritaNasional.com - Tekanan terhadap Thomas Frank di Tottenham Hotspur kian meningkat usai kekalahan 1-2 dari West Ham United di kandang sendiri pada lanjutan Liga Inggris.

Hasil itu menjadi kekalahan ketiga beruntun Spurs di semua ajang dan membuat mereka terpuruk di peringkat ke-14 klasemen.

Meski hanya berjarak 10 poin dari zona degradasi, posisi Tottenham terpaut jauh dari pemuncak klasemen Arsenal. Situasi ini memicu spekulasi soal masa depan Frank, meski manajer asal Denmark itu dipastikan tetap memimpin tim saat menghadapi Borussia Dortmund di Liga Champions.

Mantan gelandang Tottenham, Danny Murphy, menilai manajemen dan suporter Spurs seharusnya tidak terburu-buru mengambil keputusan. Ia mencontohkan kesabaran Arsenal terhadap Mikel Arteta yang sempat berada di bawah tekanan besar pada musim 2020/2021.

“Dia perlu diberi sedikit kelonggaran,” ujar Murphy. “

Performa Tottenham memang mengecewakan, terutama di kandang. Bukan sekadar kalah, tapi cara bermainnya yang jadi masalah kurang kreatif dan minim gol,” ucapnya lebih lanjut.

Murphy menegaskan, badai cedera yang dialami Tottenham musim ini tak bisa diabaikan. Beberapa pemain kunci seperti James Maddison dan Dejan Kulusevski kerap absen, sementara pemain baru masih butuh waktu adaptasi.

“Satu-satunya alasan Frank pergi sebelum musim berakhir adalah jika Tottenham benar-benar punya opsi manajer jangka panjang yang jauh lebih baik. Kalau tidak, pergantian cepat hanya akan mengulang masalah lama,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Arteta pernah mengalami situasi serupa di Arsenal, sebelum akhirnya sukses membawa The Gunners menjadi tim papan atas Liga Inggris.

Menurut Murphy, Frank pantas mendapat waktu setidaknya hingga akhir musim untuk membuktikan kapasitasnya.

Namun demikian, laga kontra Borussia Dortmund bisa menjadi titik krusial. Kekalahan dengan performa buruk berpotensi mempercepat keputusan klub, terlebih di tengah atmosfer stadion yang semakin tidak kondusif dan banyaknya nama pelatih besar yang tersedia di pasar.

Bagi Tottenham, pilihan kini ada di tangan manajemen: bersabar dan membangun ulang, atau kembali mengambil jalan pintas yang kerap berujung penyesalan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: