Korban Pertama Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Berhasil Dievakuasi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 21 Januari 2026 | 08:45 WIB
Korban Pertama Kecelakaan Pesawat ATR di Bulusaraung Berhasil Dievakuasi. (Foto/Basarnas)
Korban Pertama Kecelakaan Pesawat ATR di Bulusaraung Berhasil Dievakuasi. (Foto/Basarnas)

BeritaNasional.com - Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban pertama dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Gunung Bulusaraung, Maros– Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dari keterangan resmi melalui Kantor Basarnas Makassar, proses evakuasi korban pertama berjenis kelamin laki-laki itu tidaklah mudah. Setelah tim harus mengangkat korban dari kedalaman jurang 200 meter.

“Korban yang ditemukan pertama,” tulis keterangan resmi Humas Kantor Basarnas Makassar, dikutip Rabu (21/1/2026).

Selanjutnya korban segera dievakuasi menggunakan helikopter HR-3601 milik Basarnas menuju posko Tompobulu untuk nantinya dirujuk ke RS. Bhayangkara Makassar guna pemeriksaan antemortem.

“Sesuai perencanaan semua akan dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk identifikasi,” tulisnya kembali.

Terkait kondisi maupun identitas korban yang berhasil dievakuasi tersebut, baru akan dijelaskan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis yang telah disiapkan di RS. Bhayangkara Makassar.

Disisi lain untuk proses evakuasi masih berlangsung terhadap korban kedua seorang perempuan yang berhasil dievakuasi dari kedalaman jurang 350 meter Gunung Bulusaraung pada Selasa (20/1/2026) 

“Akhirnya, korban kedua berjenis kelamin perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan kondisi medan yang sangat ekstrem,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar.

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi geografis berupa lembah curam, tebing terjal, serta jarak pandang terbatas akibat hujan dan kabut.

“Evakuasi korban membutuhkan teknik vertical rescue dan koordinasi lintas unsur yang sangat ketat. Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus, dan saat ini sementara menuju ke Posko Tompobulu, untuk kemudian diserahkan ke tim DVI,” tambahnya.

Adapun operasi SAR ini melibatkan kekuatan besar, dengan total 1.075 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, hingga unsur medis. Dukungan alutsista darat dan udara, seperti helikopter, pesawat intai, dan drone thermal, turut dikerahkan untuk mempercepat pencarian.

Perlu diketahui Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar sempat bertolak dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar namun hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) kemarin siang. 

Pesawat total turut membawa kru di antaranya; Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia lolita, Esther Aprilia, dan Dwi Murdiono

Lalu tiga penumpang dari tim air surveillance Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yakni Analisa Pengamat, Penata Muda Tingkat 1 Ferry Irrawan, Penata Muda 1, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal selaku Operator Foto Udara.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: