Selama 6 Bulan Hunian Huntara Akses Listrik Gratis
BeritaNasional.com - Warga korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara
yang menempati unian sementara (huntara) akan menikmati listrik gratis. Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) menyediakan listrik gratis selama enam bulan untuk hunian huntara.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dalam rapat dengan Komisi VI DPR Jakarta, Rabu (21/1/2026) menegaskan penyediaan listrik di huntara mencakup pemasangan instalasi, kWh meter, hingga penerangan jalan umum dan fasilitas umum.
“Pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggung jawab PLN,” kata Darmawan.
Selain itu PLN juga menyediakan penerangan jalan umum dan fasilitas umum di sekitar Huntara dan memberikan paket pemasangan baru multiguna tanpa biaya.
PLN juga mempercepat pembangunan jaringan, gardu, pemasangan kWh meter agar listrik siap menyala saat hunian sementara selesai dibangun.
“Ini menjadi bagian dari pengabdian kami untuk pemulihan di Aceh,” terangnya.
Darmawan menjelaskan pemulihan listrik di Sumatera Barat telah tuntas sejak 23 Desember 2025, dengan seluruh 1.265 desa terdampak kembali menyala.
Di Sumatera Utara, dari total 6.223 desa terdampak, 99,97 persen sudah pulih. Saat ini hanya tersisa dua desa di Tapanuli Utara yang masih padam akibat banjir susulan.
Sementara itu,di Aceh, Darmawan menyebut pemulihan jaringan listrik masih menghadapi tantangan besar akibat kerusakan transmisi yang parah. PLN mencatat total 66 tower transmisi rusak, terdiri dari 19 tower roboh dan 47 tower mengalami deformasi.
Perbaikan sistem kelistrikan di Aceh juga terkendala karena akses jalan yang masih terisolir.
Dari total sekitar 6.500 desa du Aceh, masih terdapat 60 desa atau kurang dari 1% yang belum kembali menikmati aliran listrik.
Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten: Aceh Barat (1 desa), Aceh Tamiang (6 desa), Aceh Timur (3 desa), Aceh Utara (1 desa), Bireun (1 desa), Bener Meriah (12 desa), Gayo Lues (7 desa), serta Aceh Tengah (29 desa). (Antara)
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







