China Ogah Beri Saran Hubungan AS dan Eropa yang Makin Panas

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:02 WIB
Presiden AS Donald Trump inginkan Greenland membuat hubungan dengan Eropa panas(Foto/X Donald J Trump)
Presiden AS Donald Trump inginkan Greenland membuat hubungan dengan Eropa panas(Foto/X Donald J Trump)

BeritaNasional.com - Pemerintah China tidak mau ikut campur hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) yang makin memanas pasca pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait sikap negara-negara Eropa mengenai Greenland dan tanggapan Presiden Prancis atas ancaman Trump tersebut.

"China tidak akan berkomentar tentang hubungan antara negara-negara Eropa dan AS. Adapun hubungan antara China dan Eropa, China selalu menjunjung prinsip saling menghormati dan kerja sama yang saling menguntungkan dalam memajukan hubungannya dengan negara-negara Eropa," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun.

Sebelumnya berbicara di Forum Ekonomi Dunia (World Econimic Forum/WEF) di Davos, Swiss Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Uni Eropa untuk menggunakan instrumen perdagangan terkuatnya, termasuk mekanisme anti-paksaan (anti-koersi) guna merespons ancaman tarif baru dari Amerika Serikat.

Pernyataan Macron muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 17 Januari bahwa ia akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari.

Tarif tersebut bahkan akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni mendatang, kecuali AS berhasil memperoleh Greenland.

Macron mengatakan, perjanjian perdagangan AS berupaya untuk melemahkan dan menundukkan Eropa, dan memperingatkan bahwa perang dagang dan eskalasi proteksionis hanya akan menghasilkan pihak yang kalah. Ia juga menyerukan kerja sama yang lebih erat antara Eropa dan AS untuk mengatasi ketidakseimbangan ekonomi dengan China.

"Kami juga berharap negara-negara Eropa dapat bekerja sama dengan China ke arah yang sama," tambah Guo Jiakun.

Guo Jiakun menyebut hubungan ekonomi dan perdagangan China-Eropa, khususnya Uni Eropa saling melengkapi dan bersifat saling menguntungkan.

Keunggulan kompetitif produk China, menurut Guo Jiakun, tidak dibangun di atas subsidi, tetapi merupakan hasil gabungan dari investasi riset yang besar, persaingan pasar yang penuh, dan rantai industri yang lengkap.


Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: