BPBD DKI Jakarta: Genangan Meluas di Jakarta, 125 RT dan 14 Ruas Jalan Terdampak

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 23 Januari 2026 | 09:30 WIB
Seorang anak bermain di genangan air yang membanjiri jalan sekitar Cempaka Putih, Jakarta (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Seorang anak bermain di genangan air yang membanjiri jalan sekitar Cempaka Putih, Jakarta (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta mencatat 125 RT serta 14 ruas jalan tergenang hingga hari ini, Jumat (23/1/2026) pukul 08.00 WIB.

Hal itu disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan kawasan penyangga pada Kamis, 22 Januari 2026 sehingga memicu genangan di sejumlah titik.

Jakarta Barat menjadi wilayah dengan titik genangan terbanyak, yakni 38 RT. Ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 150 cm, dengan penyebab dominan curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan. 

Genangan terjadi di Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Utara, Kembangan Selatan, Meruya Selatan, dan Kota Bambu Selatan.

Di Jakarta Selatan, genangan tercatat di 55 RT. Titik-titik terdampak mencakup Pondok Labu, Petogogan, Cipulir, Pondok Pinang, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, Pejaten Timur, dan Ulujami. 

Ketinggian air berkisar 20 hingga 90 cm, dipicu curah hujan tinggi dan luapan beberapa aliran sungai, seperti Krukut, Pesanggrahan, Mampang, serta Ciliwung.

Sebanyak 30 RT di Jakarta Timur juga terdampak genangan dengan ketinggian 30 hingga 100 cm. Wilayah yang terdata antara lain Rawa Terate, Bidara Cina, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, serta Makasar. 

BPBD menyebut luapan Kali PHB Sulaiman dan Kali Ciliwung ikut memperparah kondisi di sejumlah permukiman.

Di Jakarta Utara, dua RT di Kelurahan Kapuk Muara tercatat tergenang setinggi 40 cm.
BPBD juga mencatat keberadaan penyintas di beberapa titik pengungsian. 

Di Jakarta Barat, warga mengungsi ke Masjid Jami Al Khaeer serta Aula Rusunawa KS Tubun. 

Di Jakarta Pusat, penyintas ditempatkan di lima lokasi, termasuk RPTRA Segas, RPTRA Intiland, Aula Masjid Muhajirin, PAUD Nusantara, serta Pos RW.02. 

Di Jakarta Timur, warga mengungsi di Masjid Al Muqorrobin, Kelurahan Cipinang Melayu. Sebanyak 14 ruas jalan turut terendam, antara lain Jl. Srengseng Raya, Jl. Daan Mogot KM 13, Jl. Gotong Royong, Jl. Kapuk Bongkaran, Jl. Prof. Dr. Latumeten, Jl. Taman Kota, Perumahan BTN Delima VIII, Jl. Strategi Raya, Jl. Basoka Raya, Jl. Pulo Raya IV, Jl. Raya Cipinang Indah, serta dua titik di Kebon Pala.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel memonitor kondisi genangan serta mengoordinasikan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat melakukan penyedotan air. 

Petugas di lapangan juga memastikan tali-tali air berfungsi serta menyalurkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat.

BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi genangan susulan. Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi 112 yang beroperasi selama 24 jam.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: