DLH DKI Optimalkan Saringan Sampah TB Simatupang untuk Cegah Banjir

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:41 WIB
Saringan Sampah TB Simatupang. (Foto/doc. DLH DKI)
Saringan Sampah TB Simatupang. (Foto/doc. DLH DKI)

BeritaNasional.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengoptimalkan pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai penyaring awal sampah sebelum masuk ke aliran sungai Jakarta.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi banjir selama cuaca ekstrem berlangsung.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan peningkatan intensitas hujan berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu, yang dapat menyebabkan penyumbatan sungai dan saluran air.

“Oleh karena itu, SSTBS dioptimalkan sebagai garda terdepan untuk menahan sampah agar tidak memperparah kondisi banjir di Jakarta,” ujar Asep, dikutip Sabtu (24/1/2026).

“Melalui SSTBS, material padat seperti plastik, kayu, dan jenis sampah lainnya dapat tertahan sejak awal. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan dan aliran air tetap lancar.”

Menurut Asep, langkah ini menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan sampah badan air sejak titik perbatasan kota. Dengan penanganan sejak awal, pengelolaan sampah pada musim hujan bisa dilakukan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Selain mengoperasikan SSTBS, DLH DKI juga menerapkan pola penanganan khusus selama musim penghujan dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir.

Upaya tersebut diperkuat dengan optimalisasi 29 unit saringan sampah otomatis, serta dukungan sarana pendukung berupa kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portable.

“Untuk mempercepat penanganan di lapangan, kami juga menyiagakan 1.790 Pasukan Orange DLH, yang didukung sarana dan prasarana berupa 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, 48 toilet portable, serta ribuan peralatan kerja seperti cangkul, sapu, dan plastik sampah,” rinci Asep.

Asep menargetkan penanganan sampah dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan terkoordinasi guna mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menekan risiko banjir.

“Dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya, masyarakat turut berperan menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir di Jakarta,” ujar Asep.

Selain penanganan di badan air, Pasukan Orange UPSBA DLH DKI Jakarta juga melakukan pengangkutan sampah di rumah pompa Dinas Sumber Daya Air (DSDA) dan membantu proses evakuasi warga terdampak banjir.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: