Aurora PH Sabet Gelar Juara M7 Usai Tekuk Alter Ego 4-0

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 26 Januari 2026 | 00:00 WIB
Aurora PH Sabet Gelar Juara M7 Usai Tekuk Alter Ego 4-0. (Foto/MPL Indonesia)
Aurora PH Sabet Gelar Juara M7 Usai Tekuk Alter Ego 4-0. (Foto/MPL Indonesia)

BeritaNasional.com - Perwakilan Indonesia, Alter Ego, harus mengakui keunggulan tim asal Filipina, Aurora PH, pada partai puncak M7 Mobile Legends World Championship. Alter Ego gagal meraih gelar juara setelah kalah telak dengan skor 0-4 dalam Grand Final yang digelar pada Minggu (25/1/2026).

Pertandingan Grand Final yang menggunakan format Best of Seven (Bo7) tersebut sepenuhnya dikuasai oleh Aurora PH. Demonkite dan rekan-rekannya tampil disiplin dan konsisten sejak gim pertama hingga gim keempat tanpa memberi banyak ruang bagi Alter Ego untuk mengembangkan permainan.

Pada gim pertama, Aurora PH langsung mengambil kendali pertandingan. Permainan yang rapi serta penguasaan objektif yang baik membuat Alter Ego kesulitan keluar dari tekanan. Serangan bertubi-tubi Aurora akhirnya membuahkan hasil dengan kemenangan di gim pembuka.

Memasuki gim kedua, Alter Ego mencoba bangkit dengan mengandalkan gaya permainan agresif. Namun, strategi tersebut mampu diantisipasi dengan baik oleh Aurora yang tetap tampil disiplin. Aurora PH kembali meraih kemenangan dan memperlebar keunggulan menjadi 2-0.

Di gim ketiga, Aurora PH mempertahankan fokus dan tempo permainan. Upaya Alter Ego untuk menekan justru membuat mereka terpancing, sehingga dimanfaatkan dengan efektif oleh Aurora untuk mengamankan gim ketiga.

Alter Ego berusaha meraih poin pada gim keempat, namun Aurora PH tampil lebih agresif sejak awal. Dua kill cepat berhasil diraih Aurora, yang kemudian unggul dalam penguasaan objektif. Gim keempat pun ditutup Aurora pada menit ke-11.24, sekaligus memastikan kemenangan 4-0 atas Alter Ego.

Kemenangan tersebut mengantarkan Aurora PH meraih gelar juara M Series pertamanya, sekaligus menegaskan dominasi tim Filipina pada ajang M7 Mobile Legends World Championship.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: