BMKG: Gempa M7,6 Guncang Ternate dan Sekitarnya, Status Tsunami Siaga-Waspada

Oleh: Harits Tryan
Kamis, 02 April 2026 | 07:56 WIB
Gempa di Jepang (Foto/Pixabay)
Gempa di Jepang (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter terbaru magnitudo 7,6.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berada di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer,” ujar Rahmat dalam keterangannya.

BMKG menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” kata Rahmat.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Kota Ternate, gempa dirasakan dengan intensitas V-VI MMI, yakni getaran dirasakan seluruh penduduk, sebagian besar terkejut dan berlari keluar rumah, serta berpotensi menimbulkan kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh.

Sementara itu, di Ibu, gempa dirasakan pada intensitas V MMI. Di Manado, guncangan tercatat pada intensitas IV-V MMI. Sedangkan di Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Adapun di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato, guncangan tercatat pada intensitas II-III MMI.

BMKG menyebut hasil pemodelan menunjukkan gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami.

Status Siaga ditetapkan untuk wilayah Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan, dan Minahasa Utara bagian selatan.

Sementara itu, status Waspada berlaku untuk wilayah Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.

Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut melalui tide gauge, tsunami telah terdeteksi di sejumlah wilayah. Di Halmahera Barat, tsunami tercatat pada pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0,30 meter. Di Bitung, gelombang terdeteksi pada pukul 06.15 WIB setinggi 0,20 meter.

Selanjutnya, di Sidangoli tsunami terdeteksi pada pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0,35 meter. Di Minahasa Utara, gelombang tercatat pada pukul 06.18 WIB dengan ketinggian 0,75 meter, sementara di Belang terdeteksi pada pukul 06.36 WIB dengan tinggi 0,68 meter.

Hingga pukul 06.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 11 gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam status siaga dan waspada untuk tetap tenang, namun segera mengikuti arahan petugas serta menjauhi kawasan pantai hingga ada pernyataan resmi lebih lanjut.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: