Ini Makna Mendalam di Balik Hari Memompa ASI Sedunia pada 27 Januari

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 26 Januari 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi Hari Memompa ASI Sedunia pada 27 Januari. (Foto/Freepik)
Ilustrasi Hari Memompa ASI Sedunia pada 27 Januari. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Setiap 27 Januari diperingati sebagai Hari Memompa ASI Sedunia. Simak sejarah, makna, dan cara memperingatinya sebagai bentuk dukungan bagi ibu menyusui di seluruh dunia.

Apa Itu Hari Memompa ASI Sedunia?

Setiap tanggal 27 Januari, dunia memperingati Hari Memompa ASI Sedunia (World Breast Pumping Day).

Peringatan ini menjadi momen untuk mengapresiasi para ibu yang memberikan ASI melalui metode pemompaan, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ASI bagi tumbuh kembang bayi.

Air susu ibu (ASI) dikenal sebagai nutrisi terbaik bagi bayi pada awal kehidupan. Selain mengandung zat gizi penting, ASI juga membantu meningkatkan sistem imun dan mendukung perkembangan fisik serta kognitif anak.

Sejarah Hari Memompa ASI Sedunia

Sejarah praktik memompa ASI telah ada sejak abad ke-19. Pada masa itu, pemompaan ASI dilakukan sebagai prosedur medis, terutama untuk membantu ibu dengan kondisi puting terbenam atau bayi yang lahir prematur dan kesulitan menyusu langsung.

Perkembangan teknologi kemudian menghadirkan inovasi alat pompa ASI. Pada 1991, perusahaan asal Swiss, Medela, memperkenalkan pompa ASI elektrik portabel pertama di Amerika Serikat yang dirancang untuk penggunaan di luar fasilitas rumah sakit. Inovasi ini menjadi tonggak penting bagi ibu bekerja dan ibu dengan kebutuhan khusus.

Gagasan Hari Memompa ASI Sedunia muncul pada 2017, diprakarsai oleh Wendy Armbruster, pendiri Snugabell sekaligus pencipta bra pompa ASI PumpEase.

Ia mencetuskan peringatan ini sebagai bentuk penghargaan bagi para ibu yang memilih memompa ASI dan ingin menghapus stigma terhadap metode tersebut.

Makna dan Tujuan Peringatan Hari Memompa ASI Sedunia

Hari Memompa ASI Sedunia memiliki makna penting sebagai bentuk pengakuan terhadap beragam pilihan menyusui. Setiap ibu memiliki kondisi dan perjalanan menyusui yang berbeda, mulai dari faktor medis, kondisi bayi, trauma masa lalu, hingga preferensi pribadi.

Peringatan ini menegaskan bahwa memompa ASI adalah pilihan yang setara dan bernilai dengan menyusui langsung. Tujuan utamanya adalah:

  • Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ASI bagi bayi
  • Menghapus stigma terhadap ibu yang memompa ASI
  • Memberikan dukungan emosional dan sosial bagi ibu menyusui
  • Mengedukasi masyarakat tentang fleksibilitas metode pemberian ASI

Hari ini juga menjadi pengingat bahwa setiap tetes ASI adalah bentuk cinta dan dedikasi orang tua kepada anak.

Cara Memperingati Hari Memompa ASI Sedunia

Ada berbagai cara sederhana namun bermakna untuk memperingati Hari Memompa ASI Sedunia, baik secara individu maupun komunitas, di antaranya:

1. Edukasi dan Kampanye Kesadaran

Tenaga kesehatan, komunitas ibu menyusui, dan media dapat mengedukasi masyarakat tentang manfaat ASI dan teknik memompa yang aman serta higienis.

2. Dukungan bagi Ibu Menyusui

Keluarga, tempat kerja, dan lingkungan sosial dapat memberikan fasilitas dan dukungan bagi ibu yang memompa ASI, seperti ruang laktasi dan waktu khusus untuk pumping.

3. Berbagi Pengalaman dan Cerita

Para ibu dapat berbagi pengalaman, tips, dan motivasi melalui komunitas offline maupun media sosial untuk saling menguatkan.

4. Kegiatan Komunitas dan Webinar

Banyak organisasi mengadakan diskusi, seminar, atau kelas laktasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pemberian ASI melalui pemompaan.

Mengapa Hari Memompa ASI Sedunia Penting?

Di era modern, semakin banyak ibu yang bekerja atau memiliki kondisi tertentu yang membuat menyusui langsung tidak selalu memungkinkan. Kehadiran teknologi pompa ASI memberikan solusi agar bayi tetap mendapatkan nutrisi terbaik.

Hari Memompa ASI Sedunia hadir untuk merayakan perjuangan para ibu, menghapus stigma sosial, serta memperkuat pesan bahwa setiap cara memberi ASI adalah bentuk kasih sayang yang sama berharganya.

Hari Memompa ASI Sedunia bukan hanya perayaan metode menyusui, tetapi juga penghormatan terhadap dedikasi orang tua dalam memberikan yang terbaik bagi generasi masa depan.

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: