Elon Musk Resmi Suntik Mati Tesla Model S dan X
BeritaNasional.com - Tesla resmi mengumumkan penghentian produksi dua kendaraan sedan model S dan SUV model X.
Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh CEO Tesla Elon Musk dalam laporan pendapatan kuartal perusahaan tersebut yang dilansir dari TechCrunch pada Kamis (29/1/2026).
Musk menyatakan produksi versi final dari kedua mobil listrik (EV) kelas atas tersebut akan diselesaikan pada kuartal mendatang.
Meski produksinya dihentikan, ia menjamin Tesla akan tetap memberikan dukungan teknis bagi para pemilik unit yang ada selama kendaraan tersebut masih digunakan.
Langkah berani ini diambil karena Tesla ingin beralih fokus sepenuhnya ke teknologi kecerdasan buatan dan kendaraan tanpa pengemudi.
"Sudah waktunya untuk mengakhiri program model S dan X dengan penuh hormat, karena kita benar-benar bergerak menuju masa depan yang berbasis otonomi," ujar Musk.
Ia juga memberikan pesan bagi para kolektor atau peminat.
"Jika Anda ingin memiliki Model S atau X, sekarang adalah saat terakhir untuk memesannya," tambahnya
Ruang produksi di pabrik Fremont, California, yang selama ini digunakan untuk kedua model tersebut akan dialihfungsikan untuk membangun Optimus, robot humanoid ambisius garapan Tesla. Sementara itu, lini produksi Cybertruck di Texas dipastikan akan terus berjalan.
Keputusan ini menandai berakhirnya sejarah panjang bagi dunia otomotif listrik.
Model S (2012) menjadi mobil pertama yang didesain Tesla dari nol. Mobil ini berhasil mengubah stigma mobil listrik itu membosankan menjadi kendaraan mewah yang kencang dan prestisius.
Model X (2015) adalah SUV dengan pintu Falcon Wing yang ikonik. Meski elegan, Musk mengakui kerumitan desainnya membuat mobil ini sulit diproduksi secara massal hingga ia menjulukinya sebagai "Fabergé-nya otomotif" karena sifatnya yang indah namun rapuh.
Meski sempat berjaya dan menyabet berbagai penghargaan seperti MotorTrend Car of the Year, penjualan Model S dan Model X terus stagnan dalam beberapa tahun terakhir.
Popolaritas mereka mulai meredup sejak kehadiran Model 3 dan Model Y yang lebih terjangkau dan laris manis di pasar global.
Selain itu, tekanan dari pesaing baru seperti Lucid Motors dan Rivian di segmen mewah membuat posisi kedua model lawas ini semakin terjepit.
Sebenarnya, tanda-tanda "suntik mati" ini sudah terlihat sejak 2019. Kala itu, Musk sempat menyebut bahwa produksi kedua mobil ini lebih didasari alasan sentimental ketimbang kebutuhan bisnis masa depan.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






