Perangi Hoaks, X Bakal Kirim DM ke Pengguna jika Postingan yang Diinteraksi Kena Koreksi

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 09 Juli 2026 | 16:26 WIB
Ilustrasi medsos  X. (Foto/Magnific)
Ilustrasi medsos X. (Foto/Magnific)

BeritaNasional.com - Pemilik platform media sosial (medsos) X Elon Musk mengumumkan terobosan baru untuk menekan penyebaran misinformasi atau hoaks. 

X bakal memanfaatkan fitur Pesan Langsung (DM) guna memberi tahu pengguna secara proaktif apabila postingan yang pernah mereka tanggapi, sukai, atau bagikan ternyata terbukti keliru dan mendapatkan koreksi dari sistem Community Notes (Catatan Komunitas).

Meski jadwal peluncuran resminya belum dibeberkan oleh Musk, langkah ini diambil untuk menjawab salah satu kritik terbesar yang selama ini dihadapi oleh Community Notes.

Selama ini, kritik utama yang muncul adalah efek koreksi yang dinilai sering kali terlambat. Sebuah unggahan yang menyesatkan atau hoaks bisa dengan cepat viral, mengumpulkan jutaan tayangan, hingga dibagikan ulang secara masif sebelum keakuratannya selesai diperdebatkan.

Ketika catatan koreksi akhirnya muncul, dampaknya sudah terlanjur meluas.

Melalui notifikasi langsung via DM ini, X berharap jangkauan informasi yang benar bisa meluas melampaui unggahan aslinya. 

Selain itu, fitur ini memberikan kesempatan bagi pengguna yang tidak sengaja ikut menyebarkan informasi palsu karena tertipu untuk mengklarifikasi atau menyampaikan permintaan maaf mereka sendiri.

Sejarah dan Cara Kerja Community Notes

Sistem pengecekan fakta berbasis urun daya (crowdsourcing) ini sebenarnya sudah dirancang sebelum era kepemilikan Elon Musk, yakni saat platform tersebut masih bernama Twitter.

Idenya adalah menciptakan metode moderasi konten yang berbeda. Alih-alih menjadikan perusahaan X sebagai otoritas tunggal yang berhak memutus mana informasi yang benar dan salah, kendali diberikan kepada para kontributor komunitas.

Kontributor dapat menyarankan koreksi, menambah detail penting, atau menyisipkan informasi yang hilang pada sebuah unggahan.

Sebuah catatan koreksi baru akan dipublikasikan dan terlihat oleh publik apabila telah mencapai konsensus bersama. 

Para penilai yang memiliki sudut pandang berbeda sepakat bahwa catatan tersebut memang bermanfaat.

Konsep serupa bahkan sempat diadopsi oleh Meta setelah mereka menyudahi kemitraan dengan pemeriksa fakta eksternal.

Kendati konsepnya dinilai ideal bagi perusahaan yang ingin lepas tangan dari bisnis moderasi konten terpusat, Community Notes terbukti sulit berkembang secara optimal di lapangan.

Berdasarkan studi tahun 2025 yang dirilis oleh situs pengecekan fakta asal Spanyol, Maldita, ditemukan fakta mengejutkan bahwa sekitar 85% dari catatan koreksi yang diusulkan pengguna di platform X tetap tersembunyi dan tidak pernah sampai ke lini masa publik. Hanya sekitar 8,3% saja proposal koreksi yang berhasil lolos dan diterbitkan.

Senada dengan hal tersebut, penelitian terpisah oleh Digital Democracy Institute of the Americas (DDIA) yang mengalisis 1,76 juta catatan antara Januari 2021 hingga Maret 2025 memaparkan angka yang lebih tinggi. Sekitar 90% usulan catatan koreksi berakhir mengendap dan tidak pernah dipublikasikan.

Riset-riset inilah yang memperkuat argumen para kritikus bahwa Community Notes belum mampu menjadi sistem pelindung yang hadir tepat di saat informasi palsu sangat marak.

Banyak pengguna yang sama sekali tidak sadar bahwa konten yang mereka konsumsi atau sebar beberapa hari lalu ternyata terbukti hoaks karena tidak adanya sistem pemberitahuan langsung.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: