Amazon Bakal Suntik Dana Fantastis USD50 Miliar ke OpenAI

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 01 Februari 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi Gedung Amazon. (Foto/Dok Amazon)
Ilustrasi Gedung Amazon. (Foto/Dok Amazon)

BeritaNasional.com - Ambisi OpenAI untuk merajai industri kecerdasan buatan (AI) tampaknya akan mendapat dukungan modal yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Dilansir dari TechCrunch pada Minggu (1/2/2026), raksasa e-commerce dan cloud computing, Amazon, dilaporkan tengah menjajaki kesepakatan untuk menginvestasikan dana sebesar USD50 miliar (sekitar Rp785 triliun) ke perusahaan pengembang ChatGPT tersebut.

Langkah besar ini muncul setelah OpenAI yang saat ini memiliki valuasi mencapai USD500 miliar mengumumkan pencarian pendanaan baru senilai USD100 miliar. 

Jika putaran investasi ini sukses, nilai perusahaan pimpinan Sam Altman tersebut diprediksi meroket hingga menyentuh angka fantastis USD830 miliar.

Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan diskusi ini melibatkan tokoh-tokoh kunci dari kedua raksasa teknologi tersebut. CEO Amazon Andy Jassy dikabarkan turun tangan langsung memimpin negosiasi dengan CEO OpenAI Sam Altman.

Meski demikian, perincian detail mengenai kesepakatan ini masih tertutup rapat. Pihak Amazon maupun OpenAI belum memberikan komentar resmi terkait rumor investasi yang memecahkan rekor ini.

Rencana investasi Amazon ini menarik perhatian banyak pihak karena posisi Amazon yang sebelumnya sangat dekat dengan Anthropic, pesaing utama OpenAI.

Sejauh ini, Amazon melalui AWS telah menginvestasikan sedikitnya USD8 miliar di Anthropic dan baru meresmikan kampus pusat data senilai USD11 miliar di Indiana khusus untuk mendukung model-model milik Anthropic. 

Masuknya Amazon ke OpenAI tentu akan menciptakan dinamika persaingan yang unik di ekosistem AI global.

Selain Amazon, OpenAI dilaporkan tidak tinggal diam dalam mengejar target pendanaannya. 

Mereka dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan dana kekayaan negara (sovereign wealth funds) di Timur Tengah. Selain itu, raksasa teknologi lain seperti Nvidia, Microsoft, dan SoftBank.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: