Hari Lahan Basah Sedunia dan Peran Ekosistem Kunci dalam Menyerap Polusi hingga Tangkal Banjir

Oleh: Kiswondari
Minggu, 01 Februari 2026 | 22:01 WIB
Lahan basah di Indonesia. (BeritaNasional/Wetlands)
Lahan basah di Indonesia. (BeritaNasional/Wetlands)

BeritaNasional.com - Setiap tanggal 2 Februari diperingati sebagai World Wetlands Day atau Hari Lahan Basah Sedunia. Hari ini merupakan peringatan internasional yang memiliki peran penting dalam kelangsungan kehidupan manusia dan alam.

Tahukah kamu? Lahan basah yang terdiri atas rawa, mangrove, danau, sungai, muara, lahan gambut hingga kawasan pesisir memiliki manfaat krusial dalam menghilangkan polutan, menyediakan sumber air bersih, hingga melindungi dari badai dan banjir. 

Berikut adalah sejarah awal mula Hari Lahan Basah Sedunia, manfaat dan maknanya bagi kelangsungan kehidupan manusia dan alam, yang dirangkum BeritaNasional, dari laman Wetlands, Minggu (1/2/2026).  

Apa Itu Hari Lahan Basah Sedunia dan Sejarahnya

Hari Lahan Basah Sedunia adalah kampanye kesadaran global yang diperingati setiap tanggal 2 Februari untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya lahan basah. Peringatan ini bermula dari perjanjian internasional tentang pelestarian lahan basah (Konvensi Ramsar) yang disepakati dan ditandatangani pada tanggal 2 Februari 1971 di Kota Ramsar, Iran.

Hingga saat ini, terdapat sekitar 172 negara yang menjadi anggota Konvensi Ramsar. Konvensi Ramsar menjadi perjanjian internasional pertama yang secara khusus berfokus pada konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan.

Lahan basah memberikan manfaat dan fungsi yang sangat penting bagi manusia, mulai dari menyaring dan menyediakan pasokan air, melindungi dari badai dan banjir, memelihara keanekaragaman hayati, serta berfungsi sebagai penyimpanan karbon.

Lebih dari 35 persen lahan basah telah terdegradasi atau hilang sejak tahun 1970, dan berpotensi akan terus meningkat. Karenanya, Hari Lahan Basah Sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang seberapa besar manfaat lahan basah bagi umat manusia dan planet ini, untuk mempromosikan tindakan yang mengarah pada konservasi, penggunaan yang bijak, dan restorasi.

Tujuan Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia

Tujuan utama dari peringatan Hari Lahan Basah Sedunia ini adalah untuk meningkatkan kesadaran global mengenai peran vital lahan basah sebagai ekosistem kunci bagi kehidupan manusia dan alam. Lahan basah mencakup rawa, mangrove, danau, sungai, muara, lahan gambut, hingga kawasan pesisir.

Manfaat krusial lahan basah antara lain, penyaring air alami, yang membantu menghilangkan polutan dan menyediakan sumber air bersih. Lahan basah juga bermanfaat sebagai pengendali banjir dan kekeringan, dengan menyerap kelebihan air hujan dan melepaskannya secara perlahan.

Lahan basah juga berfungsi sebagai penyimpan karbon, terutama pada ekosistem gambut dan mangrove yang berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim. Habitat biodiversitas tinggi, menjadi rumah bagi ribuan spesies burung migran, ikan, reptil, dan mamalia, seperti orangutan di rawa gambut Kalimantan atau burung migran di pantai utara Jawa. Sumber penghidupan masyarakat, termasuk nelayan, petani garam, pengumpul madu, serta komunitas adat. 

Sebagai negara dengan luas mangrove terbesar di dunia (sekitar 3,3 juta hektare) dan ekosistem gambut tropis yang sangat luas, peringatan Hari Lahan Basah Sedunia memiliki arti strategis. Apalagi, Indonesia tercatat memiliki lebih dari 50 situs Ramsar.

Demikian penjelasan tentang apa itu Hari Lahan Basah Sedunia, sejarah dan tujuan peringatan ini. Semoga semua pihak menyadari pentingnya pelestarian lingkungan untuk kelangsungan kehidupan manusia dan juga bumi yang menaunginya. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: