Kenali, Apa Itu Holiday Blues?
BeritaNasional.com - Liburan panjang merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh sebagian orang, seperti libur panjang saat Lebaran.
Waktu luang tersebut pun dapat diisi dengan berbagai aktivitas favorit yang selama ini tertunda, seperti bercengkerama dengan keluarga, mengunjungi keluarga dan kerabat, bahkan menikmati waktu hangout di kafe, juga mengunjungi tempat-tempat liburan.
Namun, bagi sebagian orang, tibanya musim liburan dapat menjadi momen yang menakutkan. Di mana fenomena psikologis itu disebut sebagai "holiday blues", sebuah kondisi yang mengubah sumber kebahagiaan liburan menjadi sumber stres dan depresi.
Apa itu Holiday Blues?
Holiday blues merupakan bentuk tekanan emosional yang dialami seseorang secara spesifik selama musim liburan.
Berbeda dengan depresi klinis yang bersifat kronis dan memerlukan penanganan profesional, kondisi ini umumnya bersifat sementara, yakni berlangsung dalam hitungan hari hingga minggu, dan biasanya muncul di sekitar momen menjelang atau saat liburan tiba.
Anna Costakis, MD, seorang pakar psikiatri dari Northwell Staten Island University Hospital mendefinisikan holiday blues sebagai kondisi emosional yang membuat individu merasa sedih, terasing, hingga hilangnya energi dan motivasi di tengah suasana liburan. Tak hanya itu, tubuh juga bisa terasa lemas atau tidak sehat selama musim liburan.
Apa saja penyebab Holiday Blues?
Holiday blues umumnya berakar dari perpaduan antara tekanan sosial, ekspektasi emosional, hingga faktor situasional yang mendesak. Berikut adalah beberapa faktor utama yang sering kali menjadi pemicunya:
1. Tekanan sosial dan ekspektasi yang tidak real
Banyak orang merasa terbebani oleh kewajiban untuk selalu tampil bahagia selama musim liburan, dimana pada kenyataannya hal itu sulit dicapai. Ketidakmampuan untuk memenuhi standar ideal ini sering kali berujung pada rasa kecewa dan rendah diri.
2. Kesedihan, kehilangan, dan isolasi mandiri
Bagi mereka yang baru saja kehilangan orang terkasih, liburan bisa menjadi momen yang menyakitkan karena hilangnya tradisi yang biasa dilakukan bersama.
Selain itu, jarak geografis, perceraian, atau faktor pekerjaan yang membuat seseorang harus menghabiskan liburan sendirian dapat memicu rasa kesepian dan keterasingan yang mendalam.
3. Beban finansial dan tanggung jawab berlebih
Tekanan ekonomi terkait pengeluaran untuk kado, biaya perjalanan, hingga jamuan, makan dapat memicu stres finansial yang signifikan.
Selain itu, tumpukan tanggung jawab seperti mengatur acara sosial di tengah kesibukan pekerjaan, sering kali membuat energi terkuras habis dan menyebabkan kelelahan fisik maupun mental.
4. Dinamika keluarga yang toxic
Meskipun niatnya adalah berkumpul, pertemuan keluarga terkadang justru menjadi ajang munculnya konflik lama atau ketakutan akan pertanyaan-pertanyaan sensitif.
Keharusan berinteraksi dengan kerabat dalam hubungan yang kurang harmonis ini sering kali menjadi sumber kecemasan karena anggota keluarga toxic.
5. Riwayat Kesehatan Mental
Individu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental jauh lebih rentan mengalami kondisi ini. Penelitian menunjukkan bahwa tekanan selama masa liburan berisiko memperparah gejala gangguan mental yang sudah ada sebelumnya.
Gejala Holiday Blues
Melansir Alodokter, ciri paling umum dari holiday blues adalah perasaan sedih yang persisten dan berulang setiap kali musim liburan tiba. Kondisi ini sering kali disertai oleh sejumlah gejala penyerta, antara lain:
Hilangnya minat terhadap aktivitas yang sebelumnya dianggap menyenangkan.
Perasaan depresi atau suasana hati yang muram.
Perubahan nafsu makan dan potensi penurunan berat badan.
Merasa sangat lelah atau kurang energi (fatigue).
Gangguan pola tidur.
Menjadi lebih mudah tersinggung.
Munculnya rasa khawatir dan cemas berlebihan.
Penting diketahui bahwa jika gejala-gejala tersebut masih menetap setelah masa liburan usai, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







