Mana yang Lebih Untung, Kartu Kredit atau Pay Later?
BeritaNasional.com - Di era belanja daring, paylater dan kartu kredit menjadi alat pembayaran yang banyak dipilih karena menawarkan kemudahan sekaligus fleksibilitas dalam bertransaksi.
Ini menimbulkan dilema tersendiri bagi masyarakat sebagai konsumen modern untuk menggunakan antara paylater vs kartu kredit.
Pasalnya, kedua alat pembayaran tersebut sebenarnya cukup berbeda. Kira-kira, mana yang lebih untung antara paylater atau kartu kredit? Yuk, bahas lebih lanjut di artikel ini.
Perbedaan Paylater vs Kartu Kredit
Paylater adalah layanan keuangan digital yang memungkinkan pengguna membeli suatu produk atau jasa di marketplace sekarang dan membayarnya di kemudian hari.
Jadi, pengguna tetap bisa bertransaksi tanpa harus memiliki uang saat itu. Di sisi lain, kartu kredit merupakan APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) yang serbaguna.
Kamu dapat memakai kartu kredit untuk tarik tunai atau membayar barang belanjaan sehingga memudahkan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Paylater berbentuk digital yang terhubung langsung dengan e-commerce. Sedangkan, kartu kredit hadir dalam bentuk kartu fisik berisi nama pemilik, nomor kartu, hingga CVV.
Selain itu, terdapat perbedaan paylater dan kartu kredit lainnya yang bisa dicermati melalui berbagai aspek, di antaranya:
1. Penyedia Layanan
Salah satu perbedaan paylater dan kartu kredit yang menonjol, yaitu dari segi penyedia layanan. Paylater disediakan oleh perusahaan fintech (financial technology).
Di beberapa kondisi, paylater tersedia karena adanya proses kerja sama antara fintech dengan platform e-commerce. Sedangkan, penyedia kartu kredit adalah lembaga keuangan.
2. Limit Pinjaman dan Bunga
Jika dibandingkan total limit pinjaman pada paylater lebih besar dari kartu kredit. Namun, tetap bergantung pada kebijakan penyedia layanan.
Sebab, ada penyedia yang akan memberikan limit dengan nominal tertentu ketika pengajuan. Jumlah ini berpotensi bertambah sesuai kepatuhan pengguna dalam membayar tagihan.
Sementara itu, limit kredit yang diberikan lembaga keuangan pada kartu kredit akan menyesuaikan dengan pendapatan nasabah. Hal ini bisa dilihat dari slip gaji.
Alhasil, limitnya lebih proporsional karena didasarkan pada kemampuan nasabah. Dari segi bunga, Bank Indonesia secara tahunan menetapkan bunga kartu kredit maksimum 1,75%.
Di sisi lain, tingkat suku bunga paylater bergantung pada regulasi perusahaan yang menyediakan layanan. Umumnya, bisa lebih tinggi, yaitu mencapai 2,25%-4%.
3. Proses Pengajuan
Paylater bisa diajukan secara daring dengan melampirkan persyaratan yang dibutuhkan, seperti foto diri, KTP, swafoto dengan KTP, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan itu, pengajuan kartu kredit dapat diproses di kantor cabang lembaga keuangan dengan syarat, mencakup NPWP, slip gaji, KTP, dan lain-lain.
4. Masa Tenor
Perbedaan paylater vs kartu kredit pun bisa diamati menurut masa tenor pinjamannya. Paylater mempunyai waktu pembiayaan maksimal 12 bulan. Sedangkan, tenor kartu kredit lebih panjang, yakni sampai 24 bulan.
5. Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Berdasarkan keamanan dan perlindungan konsumen, kartu kredit memiliki sistem yang lebih baik daripada paylater, termasuk chargeback (pengembalian uang apabila terjadi transaksi mencurigakan). Sementara itu, akun paylater cenderung lebih mudah diretas.
6. Biaya yang Dibayarkan
Secara umum, paylater tidak mempunyai biaya tahunan. Namun, terkadang ada pengenaan biaya tambahan per transaksi yang berlaku dan denda jika terlambat membayar tagihan.
Lain halnya dengan itu, biaya yang dibayarkan kartu kredit tergolong beragam. Bahkan, terdapat layanan kartu kredit yang mempunyai fitur bebas annual fee sehingga tidak memberatkan nasabah.
7. Keleluasaan Pemakaian
Biasanya, paylater hanya tersedia di platform digital tertentu bergantung pada kerja sama dengan merchant atau e-commerce. Sedangkan, kartu kredit dapat dimanfaatkan di banyak tempat secara offline maupun online, bahkan di luar negeri.
8. Poin dan Cashback
Umumnya, fasilitas paylater tidak menyediakan penawaran program loyalitas seperti yang ada pada kartu kredit, mencakup poin atau cashback setiap kali bertransaksi.
Nantinya, poin yang didapatkan bisa ditukar dengan berbagai potongan harga atau hadiah lainnya. Kendati demikian, beberapa platform terkadang memberikan diskon atau promo ketika menggunakan layanan paylater mereka.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







