Pemprov DKI Pasang 3 Pompa Stasioner Atasi Banjir Daan Mogot

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 04 Februari 2026 | 17:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat diwawancarai. (BeritaNasional/Lydia)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat diwawancarai. (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan memasang tiga pompa stasioner untuk mengatasi banjir langganan di kawasan Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat. 

Pemasangan pompa tersebut menjadi solusi jangka pendek, sementara penanganan banjir secara menyeluruh ditargetkan selesai pada 2027.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau pembangunan pompa pengendali banjir di Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026). 

“Daan Mogot KM 13 ini selalu banjir karena jalannya di bawah permukaan Sungai Mookervart. Curah hujan tidak perlu tinggi, 100 milimeter saja pasti banjir,” kata Pramono, dikutip Rabu (4/2/2026).

Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta akan memasang tiga pompa stasioner di KM 13, KM 13A, dan KM 13B. 

Sebelumnya, kawasan tersebut hanya mengandalkan pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik.

“Sekarang dengan pompa stasioner, kapasitasnya menjadi sekitar tujuh kali lipat, kurang lebih 7.000 liter per detik,” ujar Pramono.

Ia pun berharap pemasangan pompa stasioner tersebut dapat mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Daan Mogot.

Pramono juga memastikan proyek penanganan banjir yang sempat terhenti sejak 2022 akan segera diselesaikan.

“Ini memang sudah menjadi tugas saya untuk menyelesaikan yang tidak selesai-selesai. Mudah-mudahan tahun 2027 seluruh penanganan di sini bisa rampung,” ucap Pramono.

Selain pemasangan pompa, Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan normalisasi sejumlah sungai, antara lain Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. 

Pramono menyebut pembebasan lahan yang tersisa akan diselesaikan bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam waktu dekat.

Untuk solusi jangka menengah hingga panjang, Pramono juga membuka opsi pembangunan flyover di kawasan Daan Mogot.

Ia telah meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta menghitung ulang rencana pembangunan flyover dengan panjang lebih dari dua kilometer sebagai solusi permanen penanganan banjir dan kemacetan.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: