Jakarta Sering Diguyur Hujan hingga Sebabkan Banjir, Ini Penjelasan BRIN
BeritaNasional.com - Pulau Jawa termasuk Jakarta dinilai rentan terdampak penguatan sistem cuaca meskipun bukan wilayah perlintasan langsung siklon tropis. Meskipun tidak terdampak siklon tropis secara langsung, kondisi ini tetap memicu hujan dalam durasi panjang dan berpotensi menyebabkan banjir.
Hal ini disampaikan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan dalam diskusi bertajuk “Mengurai Banjir Jakarta Berbasis Riset” di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Eddy menjelaskan, secara geografis Jakarta tidak berada di jalur utama pembentukan siklon tropis karena keterbatasan luas laut lepas atau tidak berhadapan langsung dengan samudera di sekitarnya. Sehingga, tidak perlu khawatir berlebihan menyusul fenomena Siklon Senyar yang memperparah intensitas hujan hingga memicu bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.
Namun, kata Eddy, siklon tropis yang berkembang di kawasan Samudra Hindia, Pasifik Barat, maupun wilayah sekitar Australia tetap dapat memengaruhi kondisi atmosfer di Jakarta melalui penguatan sirkulasi udara regional yang memicu hujan berkepanjangan dan menyebabkan banjir.
"Penguatan sistem cuaca tersebut dapat meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jakarta dan sekitarnya, sehingga memicu hujan yang berlangsung dalam durasi panjang dan berpotensi menyebabkan banjir," kata Eddy.
Ia pun mencontohkan peristiwa banjir yang nyaris melumpuhkan Jakarta pada 2020 lalu. Saat itu, hujan ekstrem berdurasi panjang menjadi faktor dominan dalam kejadian banjir di Jakarta dan bertepatan dengan keterbatasan kapasitas drainase perkotaan, penurunan muka tanah (land subsidance) hingga belasan centimeter per tahun.
"Kerentanan Jakarta tidak hanya dipengaruhi oleh faktor meteorologis, tetapi juga oleh tingginya tingkat urbanisasi, perubahan tata guna lahan, serta berkurangnya area resapan air. Dengan begitu pemahaman mekanisme siklon tropis dan sistem atmosfer pendukungnya penting sebagai dasar penyusunan kebijakan mitigasi banjir berbasis risiko di Jakarta," terangnya.
Oleh karena itu, Peneliti BRIN ini berharap penguatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem berbasis riset dan data resolusi tinggi agar dampak penguatan sistem cuaca terhadap Jakarta dapat diantisipasi lebih dini dan lebih tepat sasaran.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






