Bahlil Minta Legislator Golkar Bahas soal Keadilan, Jangan Hanya Debat Pemilihan DPR

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 06 Februari 2026 | 18:20 WIB
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers setelah Rapimnas Golkar. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam))
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers setelah Rapimnas Golkar. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam))

BeritaNasional.com - Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia memandang seharusnya seluruh legislator dari Partai Golkar membahas soal keadilan, jangan hanya sibuk berdebat tentang mekanisme pemilihan DPR.

Permintaan itu diawali Bahlil dengan menyinggung konsep Pancasila dalam agenda Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar MPR yang akan dihadiri seluruh Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG) di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).

“Jadi, dalam pandangan saya, Pancasila, Undang-Undang Dasar ‘45, bhineka- kebhinekaan, dan NKRI ini merupakan aset terbesar dan kita harus jaga itu. Tetapi, itu hanya bisa diwujudkan dengan keadilan,” kata Bahlil saat pidato.

Bahlil menyinggung konsep keadilan yang dimaksud, salah satunya, peluang perwakilan anggota dewan di setiap wilayah yang tidak sama. Hal itu tertuang dengan jumlah kursi keterwakilan dari setiap daerah untuk duduk di parlemen Senayan.

“Luas wilayah Pulau Papua itu tiga setengah Pulau Jawa. Berapa anggota DPR dari Jawa? Jawa Barat 91. Iya kan? Jawa Timur berapa, piro Mas Sarmuji? 87. 170 Jawa Tengah? Oh banyak kali ya. Banten? Jogja? Bayangkan,” kata Bahlil kepada para peserta.

“Pulau Jawa sudah lima, hampir 50 persen ya dari total jumlah anggota DPR. Sementara jumlah wilayah mereka, Papua tiga setengah kali lipat, baru dapat satu Pulau Jawa. Anggota DPR Papua hanya 18 orang. Coba bayangkan. Jadi yang kayak-kayak begini gitu loh,” tambahnya.

Atas hal itu, Bahlil meminta kepada kadernya yang duduk di DPR untuk tidak lagi berdebat soal pemilihan DPR. 

Namun, dia meminta agar seluruh kader Partai Golkar berbicara tentang konsep keadilan sebagaimana yang digambarkannya.

“Ah, itu Zul kalau kau punya ide itu, itu baru kau paten. Itu baru kau paten itu. Tapi, kalau idenya masih berdebat tentang pemilihan DPR Laa ilaaha illallah. Masyaallah, gitu kan,” terangnya.

Karena itu, Bahlil menegaskan Partai Golkar adalah partai politik yang inklusif tanpa adanya dikotomi. Yakni, menerima dan menghargai semua orang tanpa memandang perbedaan latar belakang, suku, sampai budaya.

“Nah, karena Golkar adalah partai yang didirikan oleh hampir semua rakyat Indonesia dengan 97 organisasi yang mendirikan Sekber. Nah ini kembali ini, kembali sedikit ini Kakak Mekeng (Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng) jadi Golkar ini saya kembali dalam sejarah lagi, tidak dilahirkan serta-merta. Ada sebuah kegelisahan bangsa,” terangnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: