Pelatih Crystal Palace Akhirnya Buka Suara soal Mateta yang Gagal Tes Medis di AC Milan
BeritaNasional.com - Kegagalan transfer Jean-Philippe Mateta ke AC Milan di detik-detik terakhir bursa transfer Januari 2026 ternyata bukan hal yang mengejutkan bagi kubu Crystal Palace.
Manajer The Eagles Oliver Glasner secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya sudah memprediksi potensi masalah pada tes medis sang striker di San Siro.
Sebelumnya, Milan nyaris merampungkan kesepakatan senilai €35 juta (sekitar Rp590 miliar) untuk memboyong pemain asal Prancis tersebut.
Namun, Rossoneri mendadak membatalkan transfer setelah tim medis mereka menemukan masalah serius pada lutut Mateta.
Glasner menjelaskan klub sebenarnya sudah lama mengelola kondisi lutut Mateta yang bermasalah.
Selama beberapa bulan terakhir, Mateta tetap dipaksakan bermain meski harus melewati proses pemulihan yang ketat di setiap sesi latihan.
“Sejujurnya, bukan kejutan besar jika dia gagal tes medis. Kami selalu tahu ini bisa terjadi, begitu juga dengan pemain yang bersangkutan. Jika Anda bermain selama dua setengah bulan dengan lutut bengkak dan harus terus menjalani perawatan, kita semua tahu ada masalah di sana,” ungkapnya yang dikutip dari laman resmi klub pada Jumat (6/2/2026).
Kondisi Mateta saat ini masih menyisakan tanda tanya besar. Kabarnya, tiga ahli medis telah memperingatkan bahwa pemain berusia 28 tahun itu mungkin memerlukan tindakan operasi.
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan mengenai metode penyembuhan terbaik karena adanya perbedaan opini dokter dari berbagai negara.
“Saat Anda mengunjungi tiga dokter, Anda mendapatkan tiga pendapat berbeda. Kami sudah berkonsultasi dengan dokter dari Inggris, Italia, dan Prancis. Senin depan, dia akan menemui satu dokter lagi di Jerman yang pernah menanganinya saat di Mainz. Setelah itu, kami akan duduk bersama untuk mengambil keputusan akhir,” tambah Glasner.
Faktor utama yang membuat pengambilan keputusan berjalan alot adalah impian Mateta untuk membela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 mendatang. Jika memilih jalur operasi, masa absennya masih sangat tidak menentu.
"Ada dua pilihan. Pertama, terus mengelolanya seperti biasa hingga Piala Dunia usai karena bermain untuk Prancis adalah impian JP. Kedua, adalah operasi. Prediksi absen pascaoperasi sangat beragam, bisa dua bulan, tiga bulan, bahkan hingga sembilan bulan," jelas Glasner.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







