7 Taman Gratis di Jakarta yang Cocok untuk Jogging, Nongkrong hingga Berfoto

Oleh: Kiswondari
Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:33 WIB
Taman Literasi Marta Christina Tiahahu, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (BeritaNasional/Integrasi Transit Jakarta)
Taman Literasi Marta Christina Tiahahu, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (BeritaNasional/Integrasi Transit Jakarta)

BeritaNasional.com - Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk berwisata demi menyegarkan jasmani dan pikiran setelah kesibukan yang padat di ibu kota. Wisata tidak harus merogoh kocek yang dalam dan tidak harus pergi jauh-jauh ke luar kota, karena Jakarta tidak hanya berisi gedung-gedung menjulang tinggi dan jalanan beraspal. 

Ada banyak taman gratis di Jakarta yang cocok untuk untuk jogging atau sekedar nongkrong bersama keluarga atau teman terdekat. Berikut adalah taman gratis di Jakarta yang cocok jadi tempat refreshing dan healing, yang dirangkum BeritaNasional. 

1. Tebet Eco Park
Tebet Eco Park adalah pembaruan dari Taman Tebet Honda, berlokasi di Jalan Tebet Barat Raya, Tebet, Jakarta Selatan. Taman dengan luas tanah 7 hektare ini menjadi tempat populer untuk hiburan, sosialisasi dan rekreasi untuk masyarakat sekitar. Taman ini sempat ditutup untuk revitalisasi pada 2021 dan kembali dibuka pada 2022, di mana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng Astra Land untuk merevitalisasi taman ini.

Tebet Eco Park memiliki suasa yang asri karena ada lebih dari seribu pohon ditanam di sana. Ada tempat jalan santai, tempat bermain anak-anak, lapangan sepak bola kecil, fasilitas parkir dan jembatan. Taman ini juga berfungsi sebagai area resapan alami dengan memperhatikan aspek ekologis, sehingga menjadi kawasan pengendali banjir. Sebuah jembatan penyeberangan orang, yang diberi nama Infinity Link Bridge dibuat seperti angka 8, dibangun guna menghubungkan sisi selatan dan utara taman yang terpisah oleh sebuah jalan raya. 

Di kedua sisi Tebet Eco Park, terdapat bangunan paviliun dengan area serbaguna, kantor pengelola, musala, dan toilet, yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sosial. Di sisi utara, taman ini memiliki sebuah amfiteater dan kebun tematik. Untuk di sisi selatan, terdapat sebuah lapangan yang luas untuk piknik keluarga yang diberi nama Community Lawn, serta area bermain anak-anak yang memiliki kontur tanah yang beragam (tidak rata).

Operasional Tebet Eco Park adalah pukul 6.00 - 22.00 WIB setiap harinya, baik weekend maupun weekdays. 

2. Taman Literasi Marta Christina Tiahahu
Taman ini berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman ini telah berdiri sejak 1948 masa awal kemerdekaan dengan nama Taman Martha Tiahahu ini dirancang oleh M. Soesilo. Taman ini baru diresmikan pada tahun 1955, bersamaan dengan peresmian Kebayoran Baru sebagai kota satelit modern pertama di Indonesia. Lalu, taman ini direvitalisasi dan disatukan dalam bagian kawasan berorientasi transit Stasiun MRT Blok M pada Oktober 2021 dan dibuka kembali pada September 2022. 

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu mengusung konsep "landscraper" dengan menyamarkan bangunan pada area taman menjadi kesatuan lansekap taman, sehingga secara visual yang terlihat dari jalan adalah tutupan area hijau pada taman. Terdapat enam plaza yaitu Plaza Utara, Plaza Kabaresi, Plaza Bunga, Plaza Selatan, Plaza Anak serta Plaza Timur.

Filosofi bentuk ruang dan bangunan taman mengangkat karakter dan cerita sosok Martha Christina Tiahahu sebagai sosok pejuang kemerdekaan wanita dari tanah Maluku. Taman ini memilki ruang perpustakaan yang merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Jakarta dan Gramedia. Terdapat pula plaza anak, area amphitheater, healing garden, kedai kopi, ruang baca dan diskusi, toko buku, ruang literasi anak, hingga fasilitas penunjang seperti musala dan toilet.

Taman ini juga menyediakan banyak ruang untuk membaca dan lebih dari 300 koleksi buku yang bisa diakses melalui smartphone dengan memindai barcode Titik Baca, yang terhubung langsung dengan Perpustakaan DKI Jakarta yang berbasis di Taman Ismail Marzuki. 
 
3. Taman Situ Lembang
Taman Situ Lembang adalah salah satu taman tertua yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya di dekat Jalan Lembang. Di taman ini, terdapat situ atau danau kecil yang airnya berasal dari sumber air alam. Di taman ini terletak fasilitas arena pemancingan, trek lari, dan arena permainan anak. Taman Situ Lembang dikelilingi oleh rumah-rumah di kawasan elite Menteng. 

Awalnya, Taman Situ Lembang adalah waduk subsistem kali Cideng, untuk menampung air dari sumber-sumber di sekitarnya. pemerintah kota lalu menambahkan panggung terbuka. Pada 1984, Dinas Pertamanan merenovasi taman ini, dan menambahkan empat buah air mancur yang dipenuhi dengan bunga teratai, serta lapak pemancingan. Pada tahun 2002, taman ini kembali direnovasi Dinas Pertamanan sehingga lebih sesuai untuk digunakan sebagai taman publik.

4. Taman Menteng
Taman Menteng adalah taman yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, di Jalan HOS Cokroaminoto. Taman ini dulunya adalah lokasi Stadion Menteng. Berada di lahan seluas 2,9 hektare, Taman Menteng memiliki koleksi 30 spesies tanaman yang berbeda. 

Taman Menteng juga memiliki beragam fasilitas pendukung seperti taman bermain untuk anak-anak serta lapangan futsal dan basket. Uniknya, terdapat 44 sumur resapan di Taman Menteng untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah. Di sekitarnya juga terdapat lapak pedagang makanan kaki lima yang sangat beragam. Taman ini cocok dijadikan lokasi jogging atau sekedar refreshing bersama orang terdekat.

5. Taman Lapangan Banteng
Taman Lapangan Banteng berada di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, yang dekat dengan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. Taman ini merupakan bagian dari Lapangan Banteng yang dulu dinamakan Lapangan Waterloo yang berasal dari bahasa Belanda, karena lapangan ini telah ada sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Lapangan Banteng juga dikenal dengan sebutan Lapangan Singa, karena di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo, dengan patung singa di atasnya.

Lapangan ini berukuran sekitar 230 x 250 meter, terdapat tiang Monumen Pembebasan Irian Barat yang dibangun pada tahun 1963 berdiri di tengah alun-alun. Sebuah jalan lintas yang membentang dari barat-timur di tengahnya membagi alun-alun menjadi dua bagian. Bagian utara memiliki fasilitas olahraga yang meliputi lapangan sepak bola dan lintasan atletik, dan bagian selatan memiliki taman dengan kolam berbentuk setengah lingkaran dengan air mancur bercahaya dan teater terbuka.

Taman Lapangan Banteng buka pada pukul 06.00-20.00 WIB untuk weekdays dan khusus weekend buka pada pukul 06.00-21.00 WIB.

6. Taman Suropati
Taman Suropati juga berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya cukup strategis karena berada di antara pertemuan tiga jalan utama, yaitu Jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro, dan Jalan Imam Bonjol. Taman Suropati awalnya dinamakan dengan nama Gubernur Batavia, G.J. Bisshop (1916-1920) atau Burgemeester Bisschopplein. 

Pada 1920, namanya berubah menjadi Taman Suropati. Taman Suropati, yang disebut-sebut sebagai titik nol Republik Indonesia ini merupakan taman yang rindang dan sejak beberapa tahun yang lalu dihiasi dengan patung-patung karya pematung dari negara-negara pendiri ASEAN. Terdapat enam monumen ASEAN, yang dibuat oleh masing-masing seniman dari enam negara pendiri ASEAN.

7. Setu Babakan
Taman Setu Babakan atau Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, terletak di Jalan Mohammad Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tempat ini merupakan destinasi wisata edukasi yang berfokus pada pelestarian kebudayaan asli Jakarta. Tempat ini menyuguhkan suasana khas Betawi, danau buatan (Setu) seluas 32 hektar, Museum Betawi, serta pertunjukan seni dan kuliner tradisional setiap harinya. 

Daya tarik dari Setu Babakan di antaranya, Rumah Kebaya Betawi di mana pengunjung bisa mempelajari sejarah, serta menyaksikan latihan kesenian atau pencak silat. Terdapat wisata air di danau seluas 32 hektare dapat dinikmati untuk memancing atau sepeda air. Tersedia Museum Betawi yang menyimpan koleksi terkait aktivitas dan budaya suku Betawi, serta berbagai kuliner khas Betawi seperti kerak telor dan bir pletok.

Setu Babakan juga berfungsi sebagai kawasan konservasi warisan budaya Betawi dan sering menjadi pusat perayaan seperti Lebaran Betawi. Lingkungannya yang rindang menjadikannya tempat yang asri untuk rekreasi di tengah hiruk pikuk Jakarta. 

Setu Babakan buka setiap hari pada pukul 08.00 - 17.00 WIB.

Demikian rangkuman tujuh taman gratis di Jakarta yang bisa dijadikan pilihan untuk jogging dan nongkrong bersama keluarga dan teman. Happy weekend!sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: