Iran Disebut Bersedia Tangguhkan Program Nuklir Demi Pencabutan Sanksi AS

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 07 Februari 2026 | 04:00 WIB
Ilustrasi bendera Iran (Foto/Pixabay)
Ilustrasi bendera Iran (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Iran dilaporkan membuka peluang untuk menghentikan sementara program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat. Informasi tersebut disampaikan surat kabar The New York Post pada Jumat, mengutip sejumlah pejabat Iran.

Menurut laporan tersebut, diplomat Amerika Serikat dan Iran saat ini tengah menggelar pertemuan di Oman guna membahas situasi keamanan di Timur Tengah serta upaya mencegah eskalasi konflik di kawasan. Pertemuan ini menjadi yang pertama setelah jeda beberapa bulan, menyusul memanasnya konflik terbuka antara Iran dan Israel pada Juni 2025, setelah sebelumnya kedua pihak menggelar lima putaran konsultasi.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara pihak Amerika Serikat diwakili oleh utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff. Menjelang pertemuan utama, masing-masing delegasi dilaporkan mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al Busaidi, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran.

Di sisi lain, NBC News sebelumnya melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump disebut belum memiliki gambaran yang jelas mengenai tujuan strategis Washington apabila opsi aksi militer terhadap Iran dijalankan.

Pada 4 Februari lalu, Presiden Trump menyampaikan peringatan keras kepada Iran. Ia menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, “seharusnya sangat khawatir” dan mengancam akan melakukan “hal-hal yang sangat buruk” apabila Teheran tetap melanjutkan program nuklirnya di fasilitas baru.

Trump juga sempat menyatakan pada Januari bahwa sebuah “armada besar” tengah menuju Iran. Ia menegaskan harapannya agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan dan menandatangani kesepakatan yang dinilainya “adil dan merata”, termasuk penghentian total pengembangan senjata nuklir.

Presiden AS tersebut turut memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, maka potensi serangan Amerika Serikat terhadap Iran akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: