Sentil Pimpinan NU Prabowo Tekankan Semua Pemimpin Harus Rukun

Oleh: Lydia Fransisca
Minggu, 08 Februari 2026 | 09:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto tiba di Jawa Timur disambut pimpinan PBNU. (BeritaNasional/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto tiba di Jawa Timur disambut pimpinan PBNU. (BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com -  Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal kerukunan di hadapan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Mulanya, Prabowo menyebut Nahdlatul Ulama (NU) selalu memberikan contoh dalam menjaga persatuan saat memberikan pidato di acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana Malang Jawa Timur.

"NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan," kata Prabowo dalam pidatonya, Minggu (8/2/2026).

Menurut Prabowo, sejarah turut menunjukkan bangsa yang kuat muncul bila pemimpinnya rukun.

"Dan memang itulah pelajaran sejarah, tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun," ujarnya. 

Karena itu, Prabowo selalu mengajak semua unsur untuk bersatu demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan," tegasnya.

Mendengar hal tersebut, Gus Yahya dan Gus Ipul terlihat setuju dan bertepuk tangan tinggi di atas kepala.

Hubungan Gus Yahya dan Gus Ipul sempat merenggang akibat konflik internal yang mencuat pada akhir 2025. 

Ketegangan bermula dari desakan sebagian pihak agar Gus Yahya mundur dari jabatan ketua umum.

Dalam dinamika tersebut, Gus Ipul dicopot dari posisi Sekjen PBNU dan digantikan oleh Amin Said Husni. Namanya kemudian sempat disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Gus Yahya.

Setelah melalui serangkaian upaya islah, rapat pleno PBNU akhirnya memutuskan mengembalikan posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum dan Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: