Menko AHY Akui SAF Jadi Masa Depan Penerbangan Dunia, Indonesia Persiapkan di 2027

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 | 15:49 WIB
Ilustrasi pesawat dan penerbangan. (BeritaNasional/Instagram Injourney Airports)
Ilustrasi pesawat dan penerbangan. (BeritaNasional/Instagram Injourney Airports)

BeritaNasional.com - Di tengah kampanye dunia untuk zero-emission, pemerintah dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) akan menjadi masa depan penerbangan di dunia. Dan Indonesia pun tengah mempersiapkan SAF untuk 2027. 

"Ini juga menjadi masa depan penerbangan di dunia," ujar AHY dalam acara Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 di Jakarta, Kamis (23/7/2026). 

Menurut AHY, saat ini banyak negara mulai mengadopsi SAF, begitu juga Indonesia berpandangan sama karena SAF jauh lebih efisien dibandingkan avtur yang digunakan selama ini.

"Kalau kita sudah mulai bergerak ke arah sana, nanti ini juga bisa berkontribusi lebih baik lagi untuk emission reduction secara keseluruhan," jelasnya. 

AHY mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan transformasi sektor penerbangan rendah emisi melalui penerapan bahan bakar berkelanjutan SAF mulai 2027. Transformasi ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi nasional dengan komitmen pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon sektor transportasi.

Menurut AHY, pengembangan sektor penerbangan harus tetap memperhatikan dampak perubahan iklim serta berbagai tantangan lingkungan yang muncul akibat meningkatnya emisi karbon secara global saat ini.

Oleh karena itu, kata AHY, pemerintah menyiapkan berbagai langkah dekarbonisasi untuk sektor penerbangan melalui pengurangan konsumsi energi, konversi sumber energi, dan peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya nasional.

Putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjelaskan, upaya dekarbonisasi tersebut juga akan menjadi bagian dari penguatan ekosistem kebandarudaraan agar pengembangan sektor transportasi udara berjalan seiring dengan agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga tengah mendorong penerapan konsep bandara emisi nol bersih yang dinilai realistis untuk diwujudkan melalui berbagai pendekatan infrastruktur dan teknologi ramah lingkungan.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: