Pochettino Bicara Ambisi Juara Liga Inggris dan Nostalgia Tottenham Hotspur
BeritaNasional.com - Mauricio Pochettino menegaskan keyakinannya bahwa ia suatu hari nanti akan menjuarai Premier League bersama staf kepelatihannya.
Pelatih asal Argentina itu juga memberi sinyal terbuka soal kemungkinan kembali ke Tottenham Hotspur, klub yang masih memiliki tempat khusus di hatinya.
Pochettino sempat dipecat Tottenham pada 2019, hanya beberapa bulan setelah membawa klub London Utara itu menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya.
Selama lebih dari lima tahun di Spurs, ia sukses mengantar tim finis di tiga besar Premier League dalam tiga musim beruntun.
Setelah meninggalkan Tottenham, Pochettino melatih Paris Saint-Germain dan Chelsea masing-masing selama satu musim, sebelum menerima tantangan baru sebagai pelatih tim nasional Amerika Serikat pada September tahun lalu. Fokus utamanya kini adalah Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, kontraknya bersama USMNT akan berakhir setelah turnamen tersebut.
Situasi itu memicu spekulasi bahwa Pochettino bisa kembali ke level klub musim depan. Namanya bahkan disebut-sebut masuk radar Manchester United sebagai kandidat jangka panjang, menyusul perubahan di kursi pelatih setelah Ruben Amorim digantikan Michael Carrick sebagai pelatih interim.
Di tengah rumor tersebut, wacana reuni emosional dengan Tottenham kembali menguat. Dalam sebuah wawancara, Pochettino menilai pencapaian Spurs menjuarai Liga Europa musim lalu belum mencerminkan ambisi sejati klub.
Menurutnya, Tottenham seharusnya kembali menargetkan Premier League dan Liga Champions, bukan sekadar puas dengan trofi kasta kedua Eropa. Ia menekankan bahwa fasilitas klub dan ekspektasi suporter menuntut Spurs untuk bersaing di level tertinggi.
Saat ini, Tottenham justru terpuruk di papan bawah klasemen Premier League di bawah asuhan Thomas Frank. Posisi mereka masih rawan, dengan selisih poin yang tipis dari zona degradasi.
Pochettino mengakui Tottenham adalah klub yang paling membekas dalam kariernya. Ia menyebut hubungan emosional dengan para penggemar Spurs masih sangat kuat hingga kini.
Lebih jauh, pria berusia 53 tahun itu menyatakan ambisinya belum padam. Ia yakin suatu saat akan mengangkat trofi Premier League, entah bersama Tottenham atau klub lain. Ia juga menegaskan hasratnya untuk menaklukkan Liga Champions, kompetisi yang ia sebut sebagai mimpi terbesar bagi setiap pelatih.
Pochettino sendiri nyaris meraih gelar Premier League pada musim 2016/2017, ketika Tottenham finis di posisi kedua dengan 86 poin, hanya kalah dari Chelsea yang keluar sebagai juara.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







