Prabowo Diskusi Bareng Prajogo Pangestu hingga Anthony Salim, Ini yang Dibahas!

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 11 Februari 2026 | 07:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang. (Foto/Tim Media Presiden Prabowo)
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang. (Foto/Tim Media Presiden Prabowo)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Jawa Barat pada Selasa (10/2/2026) malam. 

Audiensi digelar selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Diskusi berjalan terbuka mengenai kondisi ekonomi nasional serta peluang pengembangan sektor-sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Audiensi ini diselenggarakan atas permintaan para pengusaha untuk berdiskusi langsung dengan Prabowo. Lima pengusaha nasional yang hadir yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyerap berbagai masukan dari para pelaku usaha terkait tantangan dan peluang ekonomi.

Selain itu, Prabowo juga menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha melalui semangat Indonesia Incorporated untuk memperkuat daya saing nasional dan mempercepat pembangunan.

“Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Prabowo.

Selanjutnya, Kepala Negara mengajak para pengusaha untuk terus berkolaborasi dalam membuka dan memperluas lapangan pekerjaan, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Merespons hal tersebut, para pengusaha menyatakan komitmen bersama untuk mendukung penuh arah kebijakan pemerintahan Prabowo, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak, hingga pembangunan industri yang berpihak pada kepentingan bangsa.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: