Arus Mudik 2026 Dinilai Lebih Terkendali, Polri Siapkan Skema Adaptif

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 12 Februari 2026 | 19:03 WIB
Ilustrasi arus mudik. (Foto/Jasa Marga)
Ilustrasi arus mudik. (Foto/Jasa Marga)

BeritaNasional.com - Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi tetap mengalami lonjakan signifikan. Namun, pola pergerakan diduga lebih terdistribusi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Korlantas Polri memastikan kesiapan sistem, penguatan digitalisasi, serta koordinasi lintas sektoral untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan pemudik.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah strategis berbasis data untuk mengantisipasi kepadatan, khususnya di Tol Trans Jawa, jalur Pantura, dan penyeberangan Merak–Bakauheni yang menjadi titik krusial setiap musim mudik.

“Kami memprediksi pergerakan masyarakat sudah mulai lebih awal dan tidak menumpuk di H-3 atau H-2 saja,” kata Agus, Kamis (12/2/2026).

“Oleh karena itu, pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas kami siapkan lebih adaptif dan berbasis traffic counting—alat ukur volume lalu lintas kendaraan di jalan secara real time,” tambahnya.

Ia menjelaskan, penerapan contraflow dan one way nasional akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan volume kendaraan di lapangan.

Seluruh keputusan rekayasa lalu lintas akan diambil secara cepat dan terukur melalui command center yang terintegrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan dan operator jalan tol.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan rekayasa lalu lintas tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan,” ujar Agus.

Selain pengaturan lalu lintas, Korlantas Polri juga memperkuat pelayanan publik melalui pendekatan humanis dan pemanfaatan teknologi digital.

Informasi kondisi lalu lintas akan disampaikan secara real time melalui kanal resmi agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Namun demikian, Agus mengingatkan potensi kerawanan tetap perlu diantisipasi, terutama risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi atau microsleep, kepadatan di rest area, serta peningkatan kendaraan roda dua di jalur arteri.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri jika lelah, memanfaatkan rest area dengan tertib, dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Mudik adalah perjalanan kebahagiaan, jangan sampai berubah menjadi musibah,” ucap Agus menandaskan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: