Hasil Survei Cyrus Network: 84,5 Persen Publik Puas Layanan Mudik 2026

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 14 April 2026 | 14:35 WIB
Kendaraan melintas di gerbang tol Kalikangkung saat Arus Mudik Lebaran. (Foto/Jasa Marga).
Kendaraan melintas di gerbang tol Kalikangkung saat Arus Mudik Lebaran. (Foto/Jasa Marga).

BeritaNasional.com - Cyrus Network mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik 2026 oleh pemerintah cukup tinggi. Sebanyak 84,5 persen publik merasa puas dengan kualitas pelayanan pemerintah.

Di mana, 79 persen responden menyatakan baik, dan 5,5 persen menyatakan sangat baik. Sementara ada 5,8 persen menyatakan kualitas pelayanan buruk, dan 0,5 persen sangat buruk.

"Dari hasil temuan dari riset ini, kami menemukan sebanyak 84,5% publik merasa puas atau merasa kualitas pelayanan yang sudah dilakukan oleh pemerintah sudah cukup baik atau baik," ujar peneliti utama Cyrus Network Syahril Ilhami saat pemaparan survei daring, Selasa (14/4/2026).

Sementara untuk penilaian arus balik, sebanyak 85,2 persen menilai kualitas layanan dari pemerintah baik. Sementara yang menyatakan buruk hanya 5,9 persen.

"Nah, sedangkan untuk kualitas penanganan atau pelayanan balik Lebaran, itu ada di 85,2%," jelas Syahril.

Berdasarkan Cyrus Network, masyarakat puas dengan layanan publik karena rekayasa lalu lintas yang membuat lancar, seperti one way sampai contraflow.

"Serta kami juga menemukan adanya publik yang merasa adanya ketersediaan rest area yang cukup memadai yang membuat akhirnya publik berpersepsi puas terhadap pelayanan," papar Syahril.

Cyrus Network juga menemukan bahwa publik menilai pelayanan publik tahun 2026 lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebanyak 85,5 persen menyatakan lebih baik, sementara 10,6 persen menyatakan lebih buruk.

Survei Cyrus Network digelar pada 1-5 April 2026 dengan wawancara tatap muka. Penarikan sampel survei menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden survei banyak 1.260 orang. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,83 persen.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: