Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, Mendikdasmen Ingin Generasi Indonesia Agile Bukan Fragile!
BeritaNasional.com - Dalam mengimplementasi Asta Cita poin keempat dan ketujuh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti berkomitmen penuh mendukung program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN). Kemendikdasmen juga senantiasa berkomitmen dalam memproteksi masa depan generasi muda melalui penguatan karakter di lingkungan sekolah agar anak-anak menjadi generasi yang agile (tangkas), bukan fragile (rapuh).
"Program ini merupakan langkah nyata dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan BNN untuk membangun lingkungan dan budaya sekolah yang bersih dari narkoba," kata Mu’ti di Kampus UNESA, yang dikutip lewat pernyataan tertulis, Jumat (13/2/2026).
Mu'ti menegaskan, integrasi kurikulum tidak menambah beban mata pelajaran baru, tetapi disisipkan dalam pembelajaran yang ada melalui pendekatan deep learning dan experiential learning.
“Kita ingin membangun generasi yang agile, cerdas, tangkas, dan bersemangat. Bukan generasi fragile yang mudah rapuh,” tegasnya.
Mu'ti menjelaskan, program IKAN pun sejalan dengan program kebijakan kementerian yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta visi Presiden untuk membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah).
Menurtut Mendikdasmen, sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga terlindungi dari perilaku yang merusak fisik, mental, hingga spiritual murid.
Dengan demikian, lanjut Mu'ti, Kemendikdasmen berencana memperkuat program ini melalui pelatihan guru serta aktivasi peran murid lewat organisasi siswa (OSIS) dan kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini bertujuan agar nilai-nilai anti narkoba tidak berhenti sebagai teori, melainkan menjadi gaya hidup.
"Kami ingin mengintegrasikan pemahaman dan sikap agar murid kita berhati-hati terhadap bahaya narkotika, serta membangun budaya hidup positif agar menjadi generasi yang kuat secara jasmani dan memiliki spiritualitas yang kokoh," ujar Mu’ti.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menjelaskan, program IKAN merupakan bagian dari transformasi aksi nasional BNN untuk menciptakan "Indonesia Bersinar" (Bersih Narkoba).
Suyudi pun mengapresiasi Kemendikdasmen dan UNESA atas percepatan kurikulum ini yang kini menyasar murid mulai tingkat TK hingga SMA.
"Kegiatan atau kurikulum integrasi anti narkoba ini akan diakselerasi ke seluruh sekolah di Indonesia. Mata pelajarannya masuk ke subjek yang sudah ada, seperti Biologi, Matematika, dan lainnya, sehingga tidak mengganggu atau menambah beban anak-anak kita," kata Suyudi.
Ia berharap, melalui pemahaman sejak dini, para murid sebagai calon pemimpin bangsa tidak terjerumus ke dunia narkoba yang mengancam kecerdasan dan kesehatan mereka.
Sementara itu, Rektor UNESA Nurhasan menegaskan bahwa momentum tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat gerakan kolektif melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Ia menilai pencegahan dan pemberantasan narkoba merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul dan sehat, sejalan dengan Asta Cita Presiden.
“Tema hari ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi penegasan arah kebijakan bangsa untuk memperkuat generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing,” ujar guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







