Jelang Derby Italia Inter Milan vs Juventus, Chivu Pastikan Barella dan Calhanoglu Siap Tempur
BeritaNasional.com - Pelatih Inter Milan Cristian Chivu membawa kabar segar bagi para pendukung Nerazzurri menjelang laga sarat gengsi bertajuk Derby d'Italia melawan Juventus pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB.
Dua pilar lini tengah, Nicolò Barella dan Hakan Calhanoglu, dipastikan siap kembali merumput di Giuseppe Meazza.
Kembalinya dua jenderal lapangan tengah ini menjadi suntikan tenaga luar biasa bagi Inter yang tengah berupaya mempertahankan takhta di puncak klasemen Serie A.
Setelah sempat menepi karena cedera, Barella dan Calhanoglu dilaporkan telah kembali ke level kebugaran terbaik mereka.
Chivu menegaskan bahwa kedua pemain tersebut sudah melahap menu latihan penuh sepanjang pekan ini.
“Mereka sudah berlatih sejak Senin. Hari ini Jumat dan mereka tidak mengalami masalah apa pun, jadi mereka siap bermain,” tegas Chivu dalam konferensi pers prapertandingan yang dikutip dari laman resmi klub pada Jumat (13/2/2026).
Pujian untuk Spalletti dan Transformasi Juventus
Chivu tidak segan-segan memberikan pujian setinggi langit untuk pelatih Juventus saat ini, Luciano Spalletti. Keduanya memang memiliki kedekatan emosional karena Chivu pernah menjadi anak asuh Spalletti semasa di AS Roma.
“Juventus telah meningkat bersama Spalletti; dia telah memberi mereka identitas dalam waktu singkat. Tim-timnya bermain bagus, dengan identitas dan ide yang jelas. Dia adalah pelatih yang luar biasa, dia memiliki banyak hal untuk diberikan kepada sepak bola, dan dia harus dijadikan panutan,” ungkap Chivu.
Bahkan, Chivu menceritakan kedekatan mereka di luar lapangan yang sering berdiskusi soal taktik. “Ketika saya belum memiliki klub ini, kami sering menonton pertandingan bersama," tambahnya.
Waspadai Strategi 'Hibrida' Si Nyonya Tua
Meski Inter saat ini unggul delapan poin di puncak klasemen atas AC Milan, Chivu menyadari bahwa Juventus adalah lawan yang sangat berbahaya. Ia menyebut gaya main tim asuhan Spalletti kini lebih vertikal dan sulit ditebak.
“Juventus adalah tim hibrida; mereka bermain secara vertikal dan dapat membahayakan kita dengan berbagai cara. Kita harus siap untuk menerima bahwa kendali permainan akan bergeser dari satu sisi ke sisi lainnya,” jelas pelatih asal Rumania tersebut.
Laga ini juga menjadi pembuktian bagi Inter. Meski perkasa melawan tim papan bawah, Inter tercatat belum memenangkan satu pun dari 14 laga terakhir melawan tim besar seperti Juventus, Napoli, atau Milan di Serie A.
“Kami selalu turun ke lapangan untuk menang, menyadari bahwa masih ada jalan panjang yang harus ditempuh; tersisa 14 pertandingan. Saat ini, hasil pertandingan tidak terlalu berpengaruh, kecuali dari aspek mental,” tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







