Igor Tudor Ambil Alih Tottenham, Fokus Pressing Cepat untuk Bangkit dari Papan Bawah
BeritaNasional.com - Igor Tudor resmi ditunjuk sebagai manajer interim Tottenham Hotspur hingga akhir musim menyusul pemecatan Thomas Frank. Keputusan itu diambil setelah Spurs takluk 1–2 dari Newcastle United, hasil yang memperpanjang tren negatif klub di Premier League.
Saat ini Tottenham terdampar di peringkat ke-16 klasemen, terpaut 16 poin dari zona empat besar dan hanya unggul lima angka dari zona degradasi dengan 13 laga tersisa. Situasi tersebut membuat klub asal London Utara itu lebih dekat ke pertarungan bertahan hidup ketimbang berburu tiket Eropa.
Manajemen akhirnya melepas Thomas Frank setelah Spurs hanya meraih dua kemenangan dalam 17 laga terakhir Premier League. Ironisnya, performa apik di Eropa termasuk keberhasilan menembus 16 besar Liga Champions tak cukup menutupi inkonsistensi di kompetisi domestik.
Kondisi ini mengingatkan pada musim lalu ketika Tottenham finis di papan bawah meski sukses di kompetisi kontinental. Fokus kini sepenuhnya tertuju pada penyelamatan posisi liga.
Igor Tudor dan Gaya Bermain
Penunjukan Igor Tudor memberi harapan baru. Pelatih asal Kroasia berusia 47 tahun itu punya pengalaman hampir dua dekade menangani klub-klub Eropa seperti Juventus, Lazio, Marseille hingga Hellas Verona.
Tudor dikenal dengan pendekatan taktis 3-4-2-1: pressing agresif, wing-back dinamis, dan transisi vertikal cepat. Skema ini menuntut intensitas tinggi dan kedisiplinan struktur, sesuatu yang dinilai bisa mengangkat kembali energi Spurs di sisa musim.
Pengalamannya masuk di tengah musim juga bukan hal baru. Di Lazio dan Juventus, Tudor sempat membawa tim finis kuat setelah datang dalam situasi sulit.
Tantangan Tudor langsung berat. Laga pertamanya adalah derby kontra Arsenal, rival sekota yang kini memimpin klasemen Premier League.
Tottenham tercatat tanpa kemenangan dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Arsenal (1 imbang, 6 kalah). Kekalahan 1–4 pada pertemuan sebelumnya semakin mempertebal tekanan.
Namun, kemenangan di laga debut bukan hanya akan mengakhiri tren buruk, tetapi juga berpotensi mengganggu laju Arsenal dalam perburuan gelar. Bagi publik Tottenham, itu akan menjadi momentum kebangkitan yang ideal.
Pergantian pelatih di tengah musim selalu memicu perdebatan. Sebagian menilai Tudor hanya solusi jangka pendek, tetapi rekam jejaknya menunjukkan kemampuan stabilisasi cepat dalam situasi krisis.
Target realistisnya bukan langsung membawa Spurs ke empat besar, melainkan menjauh dari zona degradasi dan memperbaiki konsistensi performa. Jika mampu mengangkat moral tim dan mengamankan hasil penting, Tudor bisa menjadi fondasi reset jangka panjang bagi Tottenham.
Dengan jadwal berat di depan mata, publik akan segera melihat apakah sentuhan Tudor cukup untuk menyelamatkan musim Spurs yang terancam berakhir pahit.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






