BGN Tegaskan Prioritas Awal MBG Sasar 3B

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 16 Februari 2026 | 11:28 WIB
Pemeriksaan MBG. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Pemeriksaan MBG. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com -  Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum menyasar sekolah atau peserta didik.

Hal ini ditegaskan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya yang mengkritisi masih terdapat perbedaan pemahaman di lapangan.  Pada tahap awal pembangunan SPPG, mitra  langsung menjalin kerja sama dengan sekolah. Padahal sasaran pertama yang harus dipastikan yakni kelompok 3B.

"Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan," ujar ucapnyam 

Program MBG memiliki keunggulan dibandingkan negara lain. Saat ini lebih dari 77 negara melaksanakan school meal atau makan gratis di sekolah, namun Indonesia menjadi pionir yang memberikan makanan bagi kelompok 3B.

"Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B," katanya, kemarin. 

Bahkan Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi mengantarkan makanan bergizi ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dukungan kader posyandu.

Hal ini didasarkan pada pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, mengingat Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045.

Melalui program ini, sambungnya terjadi perubahan pola pikir masyarakat. Anak-anak di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, mulai memahami bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.

"Pola pikir masyarakat Indonesia berubah, yang tadinya tidak memperhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin," tukasnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: