Salat Tarawih di Masjid Agung Al Azhar Masih Tunggu Hasil Sidang Isbat

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 17 Februari 2026 | 17:45 WIB
Sejumlah masyarakat melaksanakan salat Tarawih. (BeritaNasional/Oke Atmaja).
Sejumlah masyarakat melaksanakan salat Tarawih. (BeritaNasional/Oke Atmaja).

BeritaNasional.com - Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah untuk menentukan pelaksanaan salat Tarawih pertama Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar Tatang Komara menyampaikan kesepakatan menunggu hasil sidang isbat telah sesuai dengan Ketetapan Pengurus YPI Al Azhar.

“Bismillah. Untuk masjid Al Azhar mengawali salat Tarawih menunggu hasil sidang Isbat,” kata Tatang saat dihubungi pada Selasa (17/2/2026).

Jadi, Tatang menjelaskan apabila hasil sidang Isbat menentukan keputusan 1 Ramadan besok (18/2/2026) maupun lusa. Pihaknya telah siap untuk menyambut jemaah yang hendak ibadah salat Tarawih.

“Jika malam ini diputuskan, maka kami sudah siap 100 persen, baik sarana ataupun petugasnya. Dan, jika diumumkan besok malam, berarti kami pelaksanaannya besok malam,” ujarnya.

Sekadar informasi, selama Ramadan, Masjid Agung Al Azhar akan menggelar sejumlah kegiatan di antaranya layanan kesehatan gratis, bazar Ramadan, Tarhib Ramadan, dan kajian i'tikaf 10 malam akhir.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. 

Sidang ini akan menjadi acuan resmi pemerintah dalam menetapkan awal pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Islam di Indonesia.

"Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung," ujar Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad.

Dijelaskan Abu Rokhmad, ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat, yaitu; pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia. 

"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," ujar Abu. 

Dia menambahkan, dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha Kemenag mengintegrasikan metode hisab dan rukyah.

Abu mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H nanti. Menurut dia, ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: