3 Doa Menyambut Ramadan agar Membawa Kebaikan dan Keberkahan

Oleh: Kiswondari
Rabu, 18 Februari 2026 | 06:58 WIB
Ilustrasi membaca doa. (BeritaNasional.com/Oke Atmaja)
Ilustrasi membaca doa. (BeritaNasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Itulah kenapa bulan yang hanya datang sekali setiap tahunnya ini selalu dinantikan dan dirindukan oleh umat Muslim. Ramadan kini telah di depan mata, seiring dengan penetapan 1 Ramadan 1447 yang jatuh pada Kamis (19/2/2026) besok, melalui Sidang Isbat yang gelar Kementerian Agama (Kemenag) pada Selasa (17/2/2026) malam. 

Yang jadi pertanyaan, adakah doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menyambut Ramadan? Berikut adalah doa menyambut Ramadan yang dirangkum dari berbagai sumber beserta tafsir maknanya.

1. Doa Saat Melihat Hilal 

Meskipun tidak ditemukan riwayat hadits Rasul yang mengajarkan doa "Menyambut Ramadan" yang dibaca secara khusus. Namun, terdapat hadits yang Hasan/Shahih mengenai doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika melihat Hilal (bulan sabit muda) penanda masuknya bulan baru, termasuk bulan Ramadan.

Ini adalah doa yang disebut paling Rajih (kuat) untuk diamalkan saat malam 1 Ramadhan tiba.

Hadits ari Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam jika melihat hilal, beliau berdoa:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmân, was salâmati wal islâm. Rabbî wa rabbukallâh.

Artinya: "Ya Allah, terbitkanlah bulan sabit itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan) adalah Allah." (HR. Tirmidzi no. 3451, Ahmad, dan Ad-Darimi. Dinilai Hasan oleh Syaikh Al-Albani).

Tafsir dan Penjelasan Ulama:

• Al-Yumn (Keberkahan): Rasulullah meminta agar bulan yang baru ini membawa kebaikan yang banyak dan tumbuh berkembang.

• Al-Iman (Keimanan): Beliau meminta agar di bulan ini iman tetap kokoh, tidak tergerus oleh maksiat.

• As-Salamah (Keselamatan): Meminta keselamatan fisik dan hati. Selamat dari penyakit yang menghalangi puasa, dan selamat hati dari syirik serta bid'ah.

• Rabbi wa Rabbukallah: Ini adalah penegasan Tauhid. Bahwa bulan hanyalah makhluk, ia tidak bisa memberi manfaat atau mudharat tanpa izin Allah. Kita menyambut Ramadhan, tapi tidak menyembah Ramadhan.

2. Doa Masyhur Ulama Salaf

Kemudian, ada pula satu doa yang sangat populer di Indonesia dan sering dibaca di masjid-masjid menjelang Ramadan. Doa ini diriwayatkan dari seorang Tabi'in terkemuka, Yahya bin Abi Katsir rahimahullah.

Meskipun ini bukan sabda langsung Rasulullah SAW, namun para ulama seperti Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Lathaif Al-Ma'arif menukil doa ini sebagai contoh doa terbaik para Salaf dalam menyambut Ramadhan.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلاً

Allâhumma sallimnî li Ramadhâna, wa sallim Ramadhâna lî, wa tasallamhu minnî mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan." (Hilyatul Auliya, 1/420).

Tafsir dan Maknanya:

• Sallimni li Ramadhana: "Selamatkan aku untuk Ramadhan." Ini permohonan agar diberi umur panjang dan kesehatan fisik sampai Ramadhan tiba. Orang sakit tidak bisa maksimal ibadahnya.

• Sallim Ramadhana Li: "Selamatkan Ramadhan untukku." Ini permohonan agar saat berada di dalam Ramadhan, kita diberi taufik untuk mengisinya dengan ketaatan, bukan menyia-nyiakannya dengan tidur atau maksiat. Juga agar hilal Ramadhan tampak jelas bagi kita.

• Mutaqabbalan: "Diterima." Ini adalah puncak harapan. Percuma bersusay payah puasa jika tidak diterima.

3. Doa Keberkahan Rajab dan Syaban

Selain kedua doa di atas, ering juga kita mendengar doa ini dalam menyambut Ramadan, yang berbunyi:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhâna.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah (umur) kami pada bulan Ramadhan." (HR. Ahmad dan At-Thabrani).

Namun, secara ilmu hadits, riwayat doa ini (HR. Ahmad dan Thabrani) dinilai Dhaif (Lemah) oleh sebagian besar ulama hadits, termasuk Al-Baihaqi dan An-Nawawi, karena ada perawi yang bermasalah (Za'idah bin Abi Ruqad).

Meskipun secara sanad hadits lemah, namun boleh diamalkan dalam rangka Fadhail Amal (keutamaan amal) karena isinya adalah doa yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Intinya adalah meminta keberkahan dan umur panjang. Sehingga, hukumnya sah-sah saja untuk membacanya sebagai doa harian biasa, namun jangan meyakininya sebagai sunnah yang kuat dari Rasulullah SAW.

Demikian rangkuman tentang doa menyambut Ramadan, semoga Ramadan kali ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi umat Muslim dan seluruh umat manusia. 

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: