Tekankan Batas Kewajaran Harga, Pemerintah Lakukan PIKJ

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 20 Februari 2026 | 06:31 WIB
Jaga stabilitas harga, Mentan borong 40 ton cabai dari Aceh yang dikirim pakai Hercules. (BeritaNasional/Instagram Amran Sulaiman)
Jaga stabilitas harga, Mentan borong 40 ton cabai dari Aceh yang dikirim pakai Hercules. (BeritaNasional/Instagram Amran Sulaiman)

BeritaNasional.com -  Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para champion cabai melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.

Hal ini sebagai upaya intervensi harga agar kembali berada pada batas kewajaran yang ditetapkan pemerintah. 

"Langkah ini ditempuh menyusul meningkatnya harga cabai khususnya rawit merah akibat lonjakan permintaan menjelang momentum konsumsi tinggi, sementara sebagian sentra mengalami jeda panen karena faktor cuaca dan hari libur," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule dalam keterangan di Jakarta  

Secara umum ketersediaan cabai rawit merah di tingkat nasional dalam kondisi aman dan produksi tetap berjalan di berbagai sentra.

Gerakan Aksi Guyur Pasokan akan berlangsung hingga 30 hari ke depan atau hingga harga stabil.

“Kenaikan harga saat ini lebih disebabkan oleh momentum peningkatan permintaan. Oleh karena itu, kita lakukan penambahan pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati agar harga kembali pada rentang kewajaran tanpa merugikan petani,” terangnya. 

Melansir Antara, Kamis (19/2/2026) intervensi ini dilakukan Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim, serta dinas di daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pasokan tambahan didatangkan dari sentra produksi yang saat ini memasuki masa panen optimal salah satunya.

Langkah itu dilakukan secara terukur berbasis neraca produksi nasional guna memastikan keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga.

Sentra utama komoditas itu meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.

 

 

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Agung Sunusi menambahkan kebijakan stabilisasi harga dirancang dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak.

Pemerintah, kata dia, tidak hanya berfokus pada penurunan harga di tingkat konsumen, tetapi juga memastikan petani tetap memperoleh margin yang wajar.

“Kita pastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ dapat dikawal semua pihak. Stabilitas harga harus memberikan margin yang adil bagi petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.

Langkah pemerintah ini mendapat dukungan langsung dari Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI). Ardhy selaku Ketua ACCI menyatakan kesiapan para champion cabai di berbagai daerah untuk memasok hasil panen ke PIKJ. (Antara)

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: