Prabowo Tegaskan Solusi Dua Negara Satu-satunya Jalan Perdamaian bagi Palestina

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 20 Februari 2026 | 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Inaugural Meeting of Board of Peace. (Foto/Tim Media Presiden Prabowo)
Presiden Prabowo Subianto dalam Inaugural Meeting of Board of Peace. (Foto/Tim Media Presiden Prabowo)

BeritaNasional.com - Di tengah kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas mengenai posisi Indonesia terhadap konflik di Timur Tengah. 

Dalam keterangannya kepada media pada Kamis (19/2/2026), Prabowo menekankan stabilitas di kawasan tersebut hanya bisa dicapai melalui pengakuan kedaulatan yang adil.

Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa diplomasi internasional harus bermuara pada kemerdekaan dan keamanan kedua belah pihak. 

Bagi Indonesia, tidak ada alternatif lain di luar kerangka tersebut untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.

“Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” ujar ketua umum Partai Gerindra ini melalui keterangan persnya yang dikutip pada Jumat (20/2/2026).

Dia menambahkan Indonesia bersama negara-negara Muslim lainnya, memiliki tekad bulat untuk memastikan rakyat Palestina mendapatkan perdamaian yang hakiki. 

Meskipun optimisme menguat, Presiden tetap memberikan catatan realistis bahwa perjalanan menuju ke sana tidaklah mudah.

“Nampaknya sangat serius ya. Tadi walaupun kita bertekad untuk ini berhasil, karena ini memberi harapan, perdamaian. Walaupun tadi saya juga dalam statement singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan, masih di depan banyak hambatan, rintangan, obstacles,” ucapnya.

Selain isu politik kedaulatan, Presiden menyoroti perkembangan positif terkait aspek kemanusiaan. 

Dia mencatat adanya peningkatan signifikan dalam distribusi bantuan logistik ke jalur Gaza dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ya, Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar ya. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai. Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” lanjut Presiden.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam misi perdamaian internasional di Gaza. Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia kemungkinan akan segera mengirimkan kelompok awal atau tim aju dalam waktu dekat.

“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” ungkapnya.

Kepercayaan dunia terhadap profesionalisme Indonesia juga terlihat dari posisi strategis yang ditawarkan dalam struktur misi tersebut. Presiden mengonfirmasi bahwa Indonesia diminta untuk mengambil peran kepemimpinan yang signifikan.

“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” ujar Presiden.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: