6 Contoh Kultum Ramadan Singkat

Oleh: Kiswondari
Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:31 WIB
Jemaah beribadah di salah satu masjid. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Jemaah beribadah di salah satu masjid. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Ramadan adalah bulan mulia yang penuh kebaikan dan keberkahan, pada bulan ini pula banyak ilmu keagamaan yang bisa didapatkan secara mudah di berbagai media. Mulai dari televisi, radio, media massa hingga media sosial. Salah satu yang sering kita dengarkan adalah siraman rohani singkat bertajuk "kultum" atau kuliat tujuh menit, yang disampaikan menjelang waktu berbuka puasa selama Ramadan. 

Berikut adalah contoh kultum singkat terkait Ramadan berbagai tema: 

1. Keutamaan Sedekah yang Dilipatgandakan di Bulan Ramadan
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadan adalah bulan berbagi dan peduli. Saat kita merasakan lapar dan haus, Allah ingin menumbuhkan empati dalam diri kita untuk melihat terhadap saudara-saudara yang kekurangan. Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa karena pahalanya dilipatgandakan.

Sedekah tidak selalu harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberi makanan berbuka, membantu tetangga, atau menyisihkan sedikit rezeki dengan ikhlas sudah termasuk sedekah. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat di bulan Ramadhan.

Oleh sebab itu, mari jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak sedekah, karena harta yang kita bagikan tidak akan berkurang, justru menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.

2. Puasa dan Latihan Mengendalikan Diri
Hadirin yang berbahagia,
Puasa terutama pada bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk mengendalikan diri dalam berbagai aspek kehidupan. Kita belajar menunda keinginan, menahan emosi, dan mengontrol hawa nafsu. Tidak semua yang kita inginkan harus segera dituruti. 

Saat lapar, kita belajar bersabar hingga waktu berbuka tiba. Saat emosi muncul, kita belajar menahannya demi menjaga pahala puasa. Inilah makna pengendalian diri yang sesungguhnya.

Jika selama Ramadhan kita mampu mengendalikan diri, maka setelah Ramadhan seharusnya kita menjadi pribadi yang lebih tenang, tidak mudah marah, dan lebih bijak dalam mengambil keputusan. Puasa bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi latihan spiritual yang membentuk karakter dan akhlak mulia.

3. Ramadan, Bulan Pendidikan Kejujuran
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Puasa di bulan Ramadhan sejatinya adalah pendidikan kejujuran yang paling nyata. Saat kita berpuasa, pada dasarnya tidak ada manusia yang benar-benar mengawasi apakah kita makan atau minum secara sembunyi-sembunyi. 

Namun kita tetap menahan diri, bukan karena takut pada orang lain, melainkan karena iman kepada Allah SWT. Inilah yang disebut sebagai bentuk kejujuran yang tumbuh dari hati. 

Selain itu pada bulan Ramadan ini, diri kita juga perlu dilatih untuk mengajarkan bahwa jujur bukan sekadar berkata benar, tetapi juga bersikap benar meski tidak ada yang melihat. Jika selama Ramadhan kita mampu jujur dalam berpuasa, seharusnya setelah Ramadhan kita juga jujur dalam bekerja, berdagang, berbicara, dan menjalani amanah.

Maka dari itu, mari jadikan Ramadan sebagai madrasah kejujuran, agar hidup kita dipenuhi keberkahan dan kepercayaan dari sesama.

4. Menjaga Lisan agar Puasa Tidak Sia-Sia
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah,
Sering kali kita merasa puas karena sudah melangsungkan kewajiban di bulan Ramadan yakni berpuasa seharian penuh, padahal tanpa disadari pahala puasa bisa berkurang bahkan hilang karena lisan yang tidak terjaga. Di antaranya lewat kegiatan menggunjing, berkata kasar, menyebar kabar yang belum jelas kebenarannya, yang mana semua itu sangat mudah dilakukan, apalagi di era media sosial. 

Padahal Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah tidak membutuhkan puasa orang yang masih gemar berkata dusta dan menyakiti orang lain. Oleh karena itu, dengan adanya bulan Ramadhan akan menjadi waktu terbaik untuk melatih diri menjaga lisan. 

Ada baiknya jika kita membiasakan berkata baik, menahan komentar yang tidak perlu, dan mengganti obrolan sia-sia dengan zikir atau doa. Semoga dengan lisan yang terjaga, puasa kita menjadi ibadah yang benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.

5. Mendekatkan Diri dengan Al-Qur’an di Bulan Ramadan
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadan adalah bulan di mana diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, sudah seharusnya Ramadan diisi dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. 

Namun pada saat bulan Ramadan, tidak perlu memaksakan diri untuk khatam jika belum mampu, yang penting konsisten. Membaca beberapa ayat setiap hari dengan penuh penghayatan lebih baik daripada membaca banyak tetapi tanpa makna. 

Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk direnungkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Ramadhan ini menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dekat kita, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan setelahnya.

6. Ramadan sebagai Momentum Hijrah dan Perbaikan Diri
Para jamaah sekalian,
Ramadan adalah kesempatan emas untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak amalan terasa lebih ringan dilakukan di bulan ini, seperti salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Ini bukan kebetulan, melainkan bentuk pertolongan Allah agar kita mau memperbaiki diri. 

Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa ada perubahan. Jika sebelumnya kita lalai dalam ibadah, mari mulai memperbaikinya sedikit demi sedikit. Hijrah tidak harus besar dan drastis, yang terpenting adalah istiqamah. 

Jadikan Ramadhan sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan baik yang terus berlanjut, sehingga setelah Ramadhan kita tetap berada di jalan kebaikan.

Demikian rangkuman tentang contoh kultum singkat bertema Ramadan, semoga informasi ini bermanfaat dan menambah keilmuan agama.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: