Cegah Zoonosis, Perlu Studi Lanjutan soal Kelelawar
BeritaNasional.com - Pakar Virologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) NiLuh Putu Indi Dharmayanti mengatakan, perlunya penelitian terhadap spesies kelelawar sebagai alah satu langkah pencegahan dan penanganan virus zoonosis seperti nipah.
Ia juga menyebut kelelawar membawa beberapa virus zoonosis, termasuk yang berada di Indonesia.
"Dari kesimpulan persebaran dan keberagaman spesies yang luas tentunya penelitian yang dilakukan sampai saat ini sangat terbatas dan kolaborasi internasional dalam berbagi data antarlaboratorium sangat diperlukan untuk menyelidiki, meneliti asal usul dan penularan virus zoonosis yang umum," tuturnya.
Hal itu juga diperlukan untuk meningkatkan diagnosis dan perawatan serta bagaimana mengendalikan epidemi penyakit zoonosis, yaitu penyakit menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya.
Kelelawar menjadi salah satu pembawa virus zoonosis, dengan setidaknya terdapat 70 famili virus yang diasosiasikan dengan hewan tersebut.
Beberapa jenis virus itu sudah diketahui menimbulkan penyakit mulai dari virus nipah yang memiliki tingkat kematian 40-75 persen dari jumlah kasus terkonfirmasi, ebola, SARS-CoV-2, dan rabies.
Fokus riset terhadap kelelawar, katanya, akan menjadi langkah penting sebagai tindakan mitigasi di hulu menghadapi potensi pandemi akibat virus-virus tersebut.
"Fokus kepada kelelawar benar-benar langkah yang paling mendasar untuk mencegah pandemi dari hulu. Kelelawar pada posisi yang unik mengingat banyaknya virus zoonosis yang mereka bawa," kata Indi.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi dua kematian terbaru akibat virus nipah di India dan Bangladesh.
Namun di Indonesia belum ada pasien suspek yang dikonfirmasi terinfeksi virus tersebut, dengan data pada 2024-2026 memperlihatkan 16 kasus suspek di Indonesia yang semuanya dikonfirmasi negatif.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







