Seberapa Banyak Sebaran Mikroplastik dari Spons Cuci Piring ke Tubuh Manusia? Simak Studi Terbaru!
BeritaNasional.com - Penyebaran mikroplastik dari benda ke tubuh manusia menjadi perhatian bagi banyak penelitian di dunia. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, spons cuci piring juga menjadi salah satu alat rumah tangga yang sering digunakan mungkin berkontribusi terhadap penyebaran mikroplastik kepada manusia.
Melansir sebuah studi yang diterbitkan Environmental Advances berjudul "Dari wastafel ke laut: Pelepasan mikroplastik dari spons dapur dan potensi dampak lingkungan," melalui PEOPLE pada Sabtu (20/6/2026), menemukan bahwa spons cuci piring memainkan peran penting dalam menyebarkan mikroplastik ke manusia.
Pada penelitian ini, para peneliti menguji sejumlah rumah tangga di Jerman dan Amerika Utara, di mana para sukarelawan mendokumentasikan penggunaan tiga jenis spons selama lebih dari 100 jam mencuci piring.
Hasilnya, studi tersebut menemukan bahwa kadar mikroplastik turut meningkat seiring penggunaan spons karena abrasi. Dengan mempertimbangkan berbagai jenis spons, pelepasan mikroplastik berkisar antara 0,68 hingga 4,21 gram per orang per tahun. Spons dengan kandungan plastik terendah diidentifikasi sebagai spons organik, yang mengandung 15,9 persen plastik.
Kemudian, para peneliti juga menemukan bahwa peningkatan penggunaan spons cuci piring berdampak terhadap lingkungan yang buruk, karena mikroplastik dilepaskan ke dalam air limbah. Namun, dampak negatif tersebut tidak terkait dengan abrasi spons itu sendiri, tetapi dengan jumlah air yang digunakan selama proses pencucian piring.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa "pengurangan kandungan plastik pada spons dapur dapat secara signifikan mengurangi pelepasan (mikroplastik) dan dampak negatif terkait terhadap lingkungan".
Masih berdasarkan penelitian yang sama, para peneliti juga telah menyerukan tindakan yang lebih mendesak dan nyata untuk mengurangi polusi plastik setelah beberapa studi mendeteksi mikroplastik kecil (biasanya berdiameter sekitar 5 mm) di berbagai organ manusia, termasuk paru-paru, otak, organ reproduksi, hati, ginjal, sendi lutut dan siku, pembuluh darah, dan sumsum tulang.
Terkait dampak kesehatan pada manusia memang belum sepenuhnya diketahui. Namun, sejumlah penelitian lainnya juga telah menemukan bahwa mikroplastik dapat menyebabkan stres oksidatif, yang mengakibatkan gangguan kesehatan yakni, kerusakan sel, peradangan, atau penyakit kardiovaskular .
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







