Menhub Gandeng Kemenag, Masjid di Jalur Mudik Disiapkan Jadi Rest Area Lebaran 2026
BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan audiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Senin (23/2/2026) lalu. Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi dalam rangka kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, termasuk rencana pemanfaatan rumah ibadah sebagai fasilitas pendukung bagi pemudik.
Dalam pertemuan itu, Dudy meminta dukungan Kementerian Agama terkait rencana penggunaan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat sementara (rest area), khususnya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor. Masjid-masjid tersebut diharapkan dapat menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, serta ruang istirahat.
“Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” ujar Dudy dikutip dari laman resmi Kemenhub, Rabu (25/2/2026).
Selain rumah ibadah, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan sejumlah titik alternatif untuk lokasi istirahat, seperti terminal dan jembatan timbang yang berada di sepanjang jalur mudik.
Dudy menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat.
“Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita,” sebut Dudy.
Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya yang mencapai 146 juta orang. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi potensi lonjakan mobilitas.
Mayoritas responden survei, sekitar 66 persen, menyatakan akan melakukan perjalanan untuk mudik dan bersilaturahmi di kampung halaman.
“Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya,” kata Dudy.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






