Gagal di Liga Champions, Inter Milan Incar Double Winner demi Tambal Kerugian Finansial
BeritaNasional.com - Tersingkirnya Inter Milan secara mengejutkan oleh Bodo/Glimt di babak playoff Liga Champions musim 2025/2026 menyisakan luka yang cukup dalam. Kekalahan ini bukan sekadar soal gengsi di lapangan hijau, melainkan juga pukulan telak bagi kondisi finansial klub.
Dilansir dari Sky Sport Italia pada Jumat (27/2/2026), tersingkirnya tim berjuluk Nerazzurri ini dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut sangat merugikan.
Absennya Inter di babak 16 besar membuat kantong klub bolong. Padahal, hadiah dari UEFA sebesar €15 juta jika lolos ke fase tersebut ditambah pendapatan tiket dari laga kandang di Giuseppe Meazza merupakan pemasukan krusial bagi neraca keuangan Oaktree, si pemilik klub.
Apalagi, tim asuhan Cristian Chivu ini datang dengan status runner-up musim lalu. Tak heran, hasil minor ini disebut merusak citra dan keuangan mereka secara bersamaan.
Meski sempat terguncang, suasana di internal klub dilaporkan tetap tenang dan tidak panik. Inter kini mengalihkan fokus total untuk memburu gelar Scudetto dan Coppa Italia sebagai penebus kegagalan di Eropa.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Saat ini, Inter berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk meraih gelar ganda domestik (double winner) untuk pertama kalinya sejak era legendaris José Mourinho pada musim 2009-2010.
Di Serie A, Inter sudah unggul sepuluh poin dari rival sekota, AC Milan. Rekor ini mencatatkan Chivu sebagai manajer debutan Inter dengan perolehan poin terbanyak dalam 26 pertandingan awal.
Di Coppa Italia, Inter akan berhadapan dengan Como di semifinal. Jika lolos, mereka sudah ditunggu oleh pemenang antara Atalanta atau Lazio dalam partai final di Stadio Olimpico Roma pada 13 Mei.
Secara matematis, raihan dua gelar domestik ini akan membantu memulihkan kondisi finansial. Gelar Serie A diprediksi mendatangkan sekitar €16 juta dari pembagian hak siar televisi, sedangkan trofi Coppa Italia memberikan tambahan bonus sedikit di atas €7 juta.
Walaupun total pendapatan ini belum bisa sepenuhnya menggantikan uang kaget dari Liga Champions. Namun, jika dikombinasikan dengan potensi penjualan pemain di bursa transfer nanti, meraih double winner akan menjadi penyelamat keuangan klub.
Prestasi ini akan mengukuhkan posisi Cristian Chivu sebagai bagian permanen dari sejarah emas Inter Milan.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







