Malala Yousafzai Kecam Serangan Terhadap Sekolah Perempuan di Iran
BeritaNasional.com - Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai, yang dikenal sebagai advokat pendidikan anak perempuan, mengutuk keras laporan serangan yang menimpa sebuah sekolah perempuan di Iran.
“Setiap anak berhak hidup dan belajar dalam damai,” tulis Malala melalui akun media sosialnya dikutip Senin (2/3/2026).
Menurut laporan Fars News Agency, gubernur Minab menyatakan sebanyak 165 jenazah berhasil dievakuasi dari reruntuhan Sekolah Shajareh Tayyebeh.
Malala, penerima Nobel Perdamaian termuda pada 2014, menyebut korban yang dilaporkan sebagai anak-anak perempuan yang datang ke sekolah untuk belajar.
“Saya sangat sedih dan terkejut atas serangan AS dan Israel di Iran, termasuk laporan mengenai sebuah sekolah perempuan di selatan Iran yang terkena dampak, menyebabkan banyak korban luka dan jiwa. Pembunuhan warga sipil, khususnya anak-anak, adalah hal yang tak bisa diterima, dan saya mengecamnya secara tegas,” tulis Malala.
Ia menekankan pentingnya menghentikan konflik dan menuntut adanya pertanggungjawaban atas serangan yang menimpa warga sipil.
Aktivis pendidikan asal Pakistan ini juga sebelumnya menyerukan kepada para pemimpin Muslim pada 12 Januari untuk tidak “memberikan legitimasi” kepada pemerintah Taliban di Afghanistan dan menunjukkan kepemimpinan yang nyata dengan menentang pembatasan hak-hak perempuan dan anak perempuan dalam pendidikan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







