Marc Marquez Gagal Finis di Thailand, Ban Pecah Jadi Sorotan

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 03 Maret 2026 | 15:01 WIB
Juara dunia bertahan Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team. (Foto/instagram marcmarquez93)
Juara dunia bertahan Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team. (Foto/instagram marcmarquez93)

BeritaNasional.com - Juara dunia bertahan Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team menjalani tantangan berat pada seri pembuka PT Grand Prix Thailand. Pebalap bernomor 93 itu hanya mampu mengoleksi sembilan poin setelah menghadapi berbagai insiden sejak Sprint hingga balapan utama.

Marquez memulai akhir pekan dengan cukup menjanjikan usai старт dari posisi kedua. Namun pada balapan Sprint, ia harus berjuang keras dan mendapat penalti turun satu posisi akibat insiden di tikungan terakhir dalam dua lap penutup.

Nasib kurang beruntung kembali menghampiri Marquez pada balapan utama, Minggu. Ia mengalami pecah ban belakang yang memaksanya gagal finis dan mengakhiri GP Thailand tanpa tambahan poin. Menanggapi insiden tersebut, Marquez mengaku situasi yang dialaminya cukup janggal.

“Sangat aneh karena biasanya di kerb ganda, Anda harus berhati-hati saat melompat masuk, tetapi saat melompat keluar, tikungan tersebut tidak dirancang untuk menimbulkan masalah pada motor. Tetapi saat melompat masuk, Anda harus berhati-hati, yang merupakan hal normal," ujar Marquez dikutip dari laman resmi MotoGP, Selasa (3/3/2026).

"Bahkan dalam tes, saya melompat berkali-kali di sana, dan banyak pembalap lain juga melakukannya pada sesi latihan. Kali ini, saat saya melompat keluar, pelek, ban belakang meledak, saya merasa beruntung karena itu sangat dekat dengan kecelakaan besar,” imbuh dia.

Meski gagal meraih hasil maksimal, pebalap asal Spanyol itu tetap melihat sisi positif dari performanya sepanjang akhir pekan.

“Ini adalah akhir pekan yang baik. Kami start kedua dalam kualifikasi dan Sprint, serta podium hari ini (Minggu) adalah sesuatu yang realistis. Saya senang dengan performanya, tetapi kami perlu meningkatkannya,” tutupnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: