Como Tahan Imbang Inter Milan di Leg 1 Semifinal Coppa Italia, Ini Kata Cristian Chivu

Oleh: Tarmizi Hamdi
Rabu, 04 Maret 2026 | 10:50 WIB
Kiper Inter Milan Martinez menghalau sepakan pemain Como di Semifinal Coppa Italia. (Foto/Instagram)
Kiper Inter Milan Martinez menghalau sepakan pemain Como di Semifinal Coppa Italia. (Foto/Instagram)

BeritaNasional.com - Duel sengit tersaji di Stadion Sinigaglia saat Como menjamu klub raksasa Italia Inter Milan dalam leg pertama semifinal Coppa Italia pada Rabu (4/3/2026) dini hari WIB.

Meski kedua tim saling jual beli serangan, laga berakhir dengan skor kacamata 0-0. Nasib kedua tim kini akan ditentukan pada leg kedua di Giuseppe Meazza pada 23 April 2026.

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu angkat bicara mengenai perubahan taktik yang tak biasa saat timnya menghadapi Como di leg pertama semifinal Coppa Italia. Laga yang berlangsung di Stadion Sinigaglia tersebut berakhir tanpa gol sehingga memaksa sang pemuncak klasemen Serie A harus bekerja ekstra keras di leg kedua nanti.

Inter Milan datang ke laga ini dengan rapor mentereng di liga domestik, unggul 10 poin di puncak klasemen. 

Namun, performa mereka di turnamen sistem gugur seperti Coppa Italia justru tampak kontras. Setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt, Nerazzurri kini terlihat kesulitan membongkar pertahanan Como.

Berbicara kepada Sport Mediaset, Chivu mengakui dirinya harus melakukan perjudian taktik karena kondisi skuad yang terbatas.

"Saya menghadapi beberapa masalah personal dalam skuad, sehingga kami terpaksa melakukan perubahan besar. Ini pertama kalinya kami bermain dengan dua gelandang kreatif yang berdiri tepat di belakang striker tunggal," ungkap Chivu usai pertandingan.

Tak hanya di lini serang, sektor pertahanan Inter juga mengalami perombakan. Chivu mencoba menerapkan sistem man-to-man marking yang agresif, namun ia mengakui eksekusinya sempat melambat, terutama di sisi bek sayap.

Chivu pun memberikan pujian pada skema permainan Como yang dilatih Cesc Fabregas. Menurut dia, pergerakan striker Como yang sering turun menjemput bola sangat merepotkan barisan beknya.

"Mereka sangat cerdik menguasai bola dan memancing kami keluar dari posisi untuk kemudian mengeksploitasi ruang kosong. Kami beruntung dalam beberapa situasi, tapi akhirnya pemain bisa memahami apa yang harus dilakukan," tambahnya.

Jadwal padat menjadi tantangan utama Inter. Dengan waktu istirahat hanya 72 jam, Chivu mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu menyerap instruksi baru dalam waktu singkat.

"Mengingat minimnya waktu persiapan, para pemain sudah memberikan yang terbaik. Kami sadar terkadang harus bersabar dan menerima kenyataan bahwa Como memegang kendali penguasaan bola," tandasnya.

Jalannya Pertandingan

Laga ini adalah semifinal Coppa Italia pertama bagi Como dalam 40 tahun terakhir. Di bawah asuhan Cesc Fabregas, tim yang kini duduk di peringkat kelima Serie A tersebut tampil percaya diri meski kehilangan Marc-Oliver Kempf dan Jayden Addai akibat cedera.

Di sisi lain, Inter Milan datang dengan kondisi pincang. Pelatih Cristian Chivu terpaksa merombak skuad karena pilar utama seperti Lautaro Martinez, Marcus Thuram, dan Ange-Yoan Bonny tidak dalam kondisi bugar sepenuhnya.

Como langsung tancap gas sejak menit awal. Mergim Vojvoda menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Nerazzurri. 

Ia hampir saja memecah kebuntuan setelah memanfaatkan blunder Yann Bisseck, namun tembakannya berhasil diblok secara heroik oleh Carlos Augusto.

Nico Paz juga sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh yang memaksa kiper Inter, Josep Martinez, melakukan penyelamatan gemilang di tiang jauh. 

Vojvoda kembali mendapatkan peluang emas setelah berhasil mengecoh Francesco Acerbi, namun sepakannya masih menyamping tipis di sisi gawang.

Memasuki babak kedua, Inter Milan hampir saja unggul lebih dulu. Matteo Darmian melepaskan tendangan silang dari sudut sempit yang sayangnya hanya membentur tiang gawang Como.

Tak berselang lama, Como membuang peluang yang seharusnya menjadi gol 100 persen. Umpan matang Ivan Smolcic dari sisi kanan mendarat tepat di kaki Alex Valle. 

Namun, meski hanya berjarak 5 yard dari gawang, Valle justru menendang bola melebar.

Masuknya Marcus Thuram di sisa laga sempat memberikan nafas baru bagi Inter, tetapi blok disiplin dari Diego Carlos memastikan skor tetap imbang tanpa gol hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil 0-0 ini membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar. Pertandingan leg kedua dijadwalkan berlangsung pada 21 atau 22 April mendatang di Giuseppe Meazza. 

Pemenang dari laga ini sudah ditunggu oleh salah satu dari Lazio atau Atalanta di partai final.

Susunan Pemain

Como: Reina; Smolcic, Diego Carlos, Dossena, Moreno; Paz, Perrone, Roberto, Strefezza; Vojvoda, Valle. Pelatih: Cesc Fabregas

Inter Milan: Martinez; Bisseck, Acerbi, Bastoni; Darmian, Diouf, Barella, Calhanoglu, Carlos Augusto; Taremi, Arnautovic (Thuram). Pelatih: Cristian Chivusinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: