IHSG Ditutup Melemah 248,32 Poin Seiring dengan Potensi Inflasi Energi Imbas Kenaikan Minyak Dunia

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 09 Maret 2026 | 18:16 WIB
Ilustrasi IHSG melemah. (BeritaNasional/Oke Atmadja)
Ilustrasi IHSG melemah. (BeritaNasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (9/3/2026) sore ditutup melemah 248,32 poin atau 3,27 persen ke posisi 7.337,37 seiring kekhawatiran investor terhadap potensi inflasi energi di tingkat global imbas melonjaknya harga minyak mentah.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,47 poin atau 3,28 persen ke posisi 750,57.

“IHSG melemah di tengah sentimen geopolitik dan potensi inflasi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Konflik Timur Tengah yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz membuat para produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksinya, seiring kekurangan tempat penyimpanan minyaknya karena tidak dapat mengirimkan produksinya ke pelanggan.

Harga minyak mentah pun meningkat tajam yaitu minyak WTI naik 11,86 persen ke level 101,68 dolar AS per barel dan minyak Brent naik 12,77 persen ke level 104,53 dolar AS per barel pada perdagangan hari ini pukul 17.12 WIB, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, menteri keuangan dari negara anggota G7 dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan darurat minyak secara bersama-sama.

Penarikan cadangan strategis ini sebelumnya pernah dilakukan sebanyak lima kali, diantaranya ketika invasi Rusia ke Ukraina, gangguan pasokan di Libya, badai Katrina, serta selama Perang Teluk pertama.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 5,00 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 4,93 persen dan 4,42 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu RANC, SHID, OILS, BSIM dan MKAP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BULL, PGAS, GTSI, TRUE dan BKSL.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.474.203 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,80 miliar lembar saham senilai Rp23,88 triliun. Sebanyak 68 saham naik 708 saham menurun, dan 41 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 2.892,10 poin atau 5,20 persen ke 56,728,69, indeks Shanghai melemah 27,58 poin atau 0,67 persen ke 4.096,60, indeks Hang Seng melemah 348,82 poin atau 1,35 persen ke 25.408,46, dan indeks Strait Times melemah 91,64 poin atau 1,89 persen ke 4.756,60.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: