Donald Trump Ungkap Iran Sudah Tak Punya Angkatan Laut dan Udara
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan hasil serangan besar-besaran yang dimulai sejak 28 Februari terhadap Iran. Menurut versinya, militer AS telah menghantam lebih dari 5.000 target di berbagai wilayah Iran.
Ia mengeklaim serangan tersebut telah membuat kekuatan militer Iran berada di titik nadir.
"Iran sekarang tidak lagi memiliki angkatan laut, angkatan udara, maupun peralatan anti-pesawat. Semuanya telah hancur lebur," tegas Trump.
Karena itu, Trump mengisyaratkan untuk menghentikan operasi militer AS dan Israel ke Iran di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang makin memanas.
Pada Senin (9/3/2026) waktu setempat, Trump mengeklaim operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran segera berakhir seiring dengan hancurnya kekuatan pertahanan negara tersebut.
Trump menegaskan akhir dari operasi militer tersebut sudah sangat dekat.
"Sangat segera," ungkapnya yang dikutip dari Xinhua News pada Selasa (10/3/2026).
Namun, Trump membantah serangan akan berhenti dalam pekan ini.
Meski demikian, Trump menyampaikan pesan yang sedikit kontradiktif. Di satu sisi ia menyebut tujuan utama telah tercapai.
Terkait kepemimpinan di Iran pascatewasnya Ali Khamenei dalam serangan 28 Februari, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Mojtaba Khamenei yang naik sebagai Pemimpin Tertinggi baru.
Trump menilai pilihan tersebut hanya akan memperpanjang siklus masalah yang sama di negara itu. Namun, ia menolak memberikan kepastian apakah Mojtaba akan menjadi target serangan selanjutnya.
Untuk meredam gejolak ekonomi global, Trump mengumumkan rencana Gedung Putih untuk mencabut beberapa sanksi minyak guna menurunkan harga pasar dunia.
"Jika Iran mencoba menghentikan pasokan minyak dunia, mereka akan dihantam dengan tingkat yang jauh, jauh lebih berat dari sekarang," tegasnya.
Respons Iran
Kondisi di lapangan sendiri masih sangat panas. Setelah serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan pemimpin senior Iran, Teheran telah membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone ke pangkalan militer kedua negara di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, melalui unggahan di platform X pada Senin menegaskan bahwa Iran tidak tinggal diam. Ia memperingatkan bahwa Teheran telah menyiapkan banyak kejutan untuk menghadapi segala bentuk konspirasi Amerika Serikat.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







